fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Mengapa Kita Cenderung Bisa Menuntaskan Tugas Menjelang Deadline?

1 min read

Legenda kita mengajarkan kita kekuatan di balik tenggat waktu yang mendesak. Seperti Bandung Bondowoso yang diharuskan membangun seribu candi dalam semalam atas permintaan Roro Jonggrang. Pikiran bawah sadar kita sepertinya tersugesti oleh kisah-kisah semacam ini, sehingga kita menganggap diri kita memiliki kekuatan super saat mengerjakan pekerjaan di waktu yang mendesak. Tak heran, saat kita bisa menyelesaikan tugas yang tertunda menjelang tenggat waktu itu dianggap sesuatu yang biasa. The power of kepepet katanya. Namun, tidak banyak orang yang tertarik merenungi, mengapa saat menjelang deadline kita tiba-tiba bisa menyelesaikan pekerjaan yang selama ini tertunda?

Saya sendiri bertanya-tanya, sebuah tugas yang saya tunda-tunda selama satu pekan, bisa terselesaikan dalam waktu kurang dari sehari. Mengapa bisa demikian? Padahal selama satu pekan saya sudah berusaha mengerjakannya, namun kok tak kunjung tertuntaskan juga? Sampai akhirnya di ujung waktu, ketika deadline menjelang, keajaiban seakan datang. Kreativitas tiba-tiba muncul sehingga saya bisa menuntaskan tugas itu dalam sekejap. Apa yang terjadi?

Rahasianya ada di sebuah konsep yang dikenal dengan ruang atensi (nama resminya working memory). Saat deadline menjelang, kita memenuhi ruang atensi kita hanya dengan satu tujuan: bagaimana agar tugas ini selesai sebelum waktunya. Dengan kata lain, kita memasuki kondisi hyperfocus (istilah ini saya dapatkan dari Chris Bailey). Saat ini terjadi, seluruh energi dan atensi kita terpusat pada satu tujuan saja: penuntasan tugas yang tertunda. Pikiran, perasaan, dan tubuh kita semua bergerak ke arah yang sama. Daya kreativitas dan logika kita bahu membahu bekerjasama menuntaskan tugas yang tertunda.

Kondisi semacam ini tidak terjadi di hari-hari saat kita menunda. Di hari saat kita menunda-nunda, kita mengisi ruang atensi kita dengan berbagai hal: di satu sisi ingin menuntaskan naskah buku yang tertunda, di sisi lain memikirkan laporan yang belum terselesaikan. Kita memenuhi ruang atensi kita dengan tujuan yang berbeda-beda. Dengan kata lain, kita tidak mampu untuk fokus, energi dan atensi kita terpecah ke berbagai arah.

Sederhananya, kita berhasil menuntaskan pekerjaan ketika kita mampu fokus dan kita tidak berhasil menuntaskan pekerjaan ketika kita tidak mampu fokus. Jadi, sebenarnya untuk menuntaskan banyak hal kuncinya sederhana: tuntaskan pekerjaan satu per satu secara terfokus. Jangan berambisi mengerjakan banyak hal sekaligus. Jangan pula mengisi pikiran kita dengan berbagai obsesi yang akan memenuhi ruang atensi kita. Di sini tantangan berikutnya. Bagaimana membuat pikiran kita tenang dan mantap sehingga kita tidak mudah silau oleh hal-hal bersinar yang melewati kita.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.