fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Memahami Makna Ikigai yang Sebenarnya

1 min read

Istilah ikigai menjadi sebuah buzzword beberapa tahun terakhir ini. Ikigai dipercaya sebagai rahasia awet muda dan panjang umurnya masyarakat Okinawa. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ikigai?

Salah satu konsep yang populer terkait ikigai adalah sebuah meme yang menjelaskan ikigai dalam sebuah diagram venn. Setiap kali kita googling tentang ikigai, 99% kita akan menemukan diagram ini. Diagram tersebut menunjukkan irisan atas empat pertanyaan:

  • Apa yang Anda cintai?
  • Anda hebat dalam hal apa?
  • Apa yang dunia butuhkan?
  • Anda dibayar karena melakukan apa?
Diagram ikigai yang dibuat oleh Marc Winn.

Saya bahkan sempat menuliskan artikel terkait ini di blog ini dan memuatnya di buku kelima saya: Mindful Life. Belakangan saya baru menyadari definisi Ikigai yang saya tuliskan sedikit kurang tepat. Karena ikigai tidak selalu terkait dengan profesi dan tidak harus memenuhi keempat pertanyaan tersebut.

Setelah diselidiki ternyata, diagram ikigai dibuat oleh Marc Winn, seorang blogger. Lucunya, dia mengaku membuatnya tanpa berpikir panjang. Ia terinspirasi setelah mendengarkan TED Talk-nya Dan Buettner berjudul How to Live to Be +100. Di TED Talk tersebut Buettner membahas tentang sembilan gaya hidup di lima wilayah di dunia yang berisi masyarakat berumur lebih dari 100 tahun. Ia menyebut lima wilayah ini dengan zona biru (Blue Zone), salah satu zona biru yang ia sebut adalah Okinawa. Di sesi TED Talk tersebut Buettner menyebut ikigai sebagai salah satu rahasia umur panjangnya masyarakat Okinawa.

Setelah menonton TED Talk, Marc Winn tergerak untuk menuliskan di blognya. Ia teringat sebuah diagram Venn tentang bagaimana menemukan purpose/tujuan dalam hidup, yang ia lakukan hanya mengganti kata purpose dengan ikigai. Taraaa… maka jadilah diagram ikigai yang kita kenal saat ini. Tak disangka, diagram ikigai yang dibuatnya menjadi viral, sampai hari ini. Oya, diagram Venn yang ia gunakan sudah viral sebenarnya. Entah siapa yang membuatnya pertama kali, namun diagram tersebut sangat mirip dengan diagram yang dibuat oleh Andres Zuzunaga pada tahun 2011.

Bila dilihat secara bahasa, ikigai terdiri dari dua kata: iki dan kai/gai. 生き (iki) artinya hidup, sementara 甲斐 (kai/gai) artinya bermanfaat. Masyarakat Okinawa memaknai ikigai sebagai alasan hidup, alasan untuk bangun di pagi hari. Sementara, Akihiro Hasegawa, salah satu peneliti Ikigai dari Toyo Eiwa University, menerjemahkan ikigai sebagai: alasan keberadaan, aktualisasi diri, makna hidup, atau tujuan hidup. Artinya ikigai tidak selalu terkait dengan bagaimana menghasilkan uang. Menurut Hasegawa, ada dua macam ikigai:

  1. Sumber ikigai: bisa berupa memori, peran, pengalaman, hobi, keluarga dsb.
  2. Perasaan ikigai: perasan bahagia, berharga, puas, bermakna, termotivasi.

Nicholas Kemp penulis buku Find Your Ikigai mengatakan bahwa apapun yang membuat kita merasa bahagia dan berharga itulah ikigai kita. Sehingga ikigai bisa didapatkan dari hal-hal sederhana.

Ken Mogi, penulis buku The Little Book of Ikigai dan Awakening Your Ikigai menyebutkan bahwa Ikigai adalah tentang menemukan, mendefinisikan dan mengapresiasi kebahagiaan dan kesenangan dalam hidup yang bermakna bagi kita. Ia menyebutkan, kita dapat membangkitkan ikigai dengan mempraktikkan lima hal:

  1. Mulai dari hal kecil.
  2. Menerima diri sendiri.
  3. Menyelaraskan diri dengan alam dan orang lain di sekitar kita.
  4. Menikmati hal-hal kecil.
  5. Hadir utuh, di sini saat ini.

Detailnya bagaimana? Karena tulisan ini sudah cukup panjang, do’akan agar sempat menuliskannya ya.

Tertarik belajar dan bertumbuh bersama? Gabung Program 27 Hari Mengubah Hidup yuk, klik di sini untuk info detailnya.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.