fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

13 Kebajikan Benjamin Franklin

1 min read

Ada yang pernah baca Autobiografinya Benjamin Franklin? Ada sebuah cerita menarik di sana.

Suatu hari, Benjamin Franklin bertanya pada dirinya sendiri “Apa prioritas tertinggi saya dalam kehidupan ini?” Waktu itu umurnya baru 22 tahun. Di umur itu ia memutuskan untuk menjadi seorang manusia yang bermoral sampai akhir hidupnya.

Berbekal bacaaannya selama ini, ia pun lalu menuliskan 12 kebajikan yang akan ia munculkan dalam kesehariannya. Ia menuliskan sebagai berikut:

  1. Kesederhanaan. Makan dan minumlah secukupnya.
  2. Diam. Berbicara hanya yang bermanfaat bagi orang lain atau dirimu sendiri; hindari percakapan sepele.
  3. Keteraturan. Usahakan setiap barang memiliki tempatnya; setiap kegiatan/urusanmu memiliki waktunya.
  4. Resolusi. Putuskan apa yang perlu dilakukan, lakukan apa yang sudah diputuskan.
  5. Hidup hemat. Jangan melakukan pengeluaran (yang tidak diperlukan), tapi lakukanlah kebaikan untuk orang lain atau dirimu sendiri.
  6. Industri. Jangan kehilangan waktu, selalu terlibatlah dalam sesuatu yang bermanfaat; buang semua tindakan yang tidak diperlukan.
  7. Ketulusan. Jangan gunakan tipuan yang menyakitkan; berpikirlah dengan polos dan adil, dan, jika kamu berbicara, berbicaralah berdasar pemikiran tersebut.
  8. Keadilan. Jangan mencederai atau melalaikan tugas.
  9. Pertengahan. Hindari ekstrem; tahan diri untuk membenci pihak lain.
  10. Kebersihan. Jangan mentoleransi ketidakbersihap pada tubuh, baju, atau tempat tinggal.
  11. Ketenangan. Jangan terganggu di hal-hal sepele, atau pada kejadian tak sengaja yang tidak dapat dihindari.
  12. Kesucian. Jangan menjadikan seks sebagai kesenangan namun untuk kesehatan dan melanjutkan keturunan. Jangan pernah merusak, melemahkan dan merusak reputasi Anda maupun orang lain.

Lalu, ia berkonsultasi pada rekannya terkait 12 kebajikan ini. Sang rekan menyarankan ia untuk menambahkan satu lagi: kerendah hatian. Lalu ia pun menambahkan kebajikan ke-13: Kerendahan hati. Tiru Yesus dan Socrates.

Namun, resolusinya tidak berhenti di sini. Ia membuat sebuah sistem untuk memastikan dirinya menerapkan ke-13 kebajikan ini dalam hidupnya. Ia menyiapkan sebuah buku catatan khusus dan mengorganisir kehidupannya ke dalam siklus 13 pekan. Setiap pekan ia hanya fokus pada satu kebijakan saja. Penampakannya kurang lebih seperti ini:

Di umur 78 dia menyatakan bahwa meskipun ia tidak sempurna dalam menghidupkan ke-13 kebajikan tersebut, namun ia merasa dirinya semakin baik dan semakin bahagia dari waktu ke waktu.

Apa yang dapat kita pelajari dari Ben Franklin ini?

Pertama, jika kita punya niat, tuliskanlah. Tetapkan standar yang ingin kita capai, perjelas kriterianya.

Kedua, niat saja tidak cukup. Setelah kita memiliki niat, buatlah sebuah sistem untuk menjaganya. Dalam konteks Ben Franklin, ia membuat buku catatan khusus untuk melacak kemajuannya.

Ketiga, jangan berambisi melakukan perubahan besar sekaligus. Apa yang dilakukan Franklin adalah hanya fokus pada satu kebijakan per pekan. Namun, ia melakukannya dari umur 22 sampai umur 78. Perubahan kecil yang konsisten jauh lebih berharga daripada perubahan besar yang hanya dilakukan sesekali.

Berikut ini daftar 13 kebijakan Ben Franklin, saya lampirkan juga bahasa Inggrisnya supaya dapat makna yang lebih pas. Maklum, terjemahan saya seadanya hehe >>

https://drive.google.com/file/d/1oM2oFZtTdcEQJyDYzVUVWBhb6vLiOHi1/view?usp=sharing

PS. Belajar dan bertumbuh bersama yuk, klik: https://bit.ly/27hari

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *