Sebelum Anda Mengubah Arah Karier Anda
Saya punya seorang kawan yang memiliki pengalaman puluhan tahun di bidang pemasaran. Suatu hari dia memutuskan untuk banting setir ke bidang pelatihan. Sayangnya dia melatih psikoterapi […]
Saya punya seorang kawan yang memiliki pengalaman puluhan tahun di bidang pemasaran. Suatu hari dia memutuskan untuk banting setir ke bidang pelatihan. Sayangnya dia melatih psikoterapi […]
“When You are Young, Work for Learn, not for Earn” ~Robert T. Kiyosaki Tulisan ini saya dedikasikan kepada teman-teman yang masih dalam pencarian. Bimbang akan
Apa yang membedakan antara mereka yang sukses berkarier di satu profesi dengan mereka yang mentok di profesi yang sama? Pertanyaan ini menggantung di benak saya
Sejak Malcolm Gladwell mengenalkan “Aturan 10.000 Jam” melalui bukunya[1] – orang-orang mulai mengetahui apa yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ahli. Bukan bakat, bukan kecerdasan melainkan
Grit adalah salah satu kunci kesuksesan seseorang, setidaknya itulah hasil penelitian dari Angela Duckworth – profesor psikologi di Universitas Pennsylvania[1]. Seperti pernah saya tuliskan di
Di artikel kemarin kita belajar pentingnya mengubah mindset dari Fixed Mindset ke Growth Mindset. Pertanyaan berikutnya, bagaimana persisnya kita melakukannya? Berikut saya bagikan strategi 4 langkah
Faktor mana yang lebih mempengaruhi keberhasilan seseorang: bakat atau kerja keras? Sebagian besar orang saat ditanya dengan pertanyaan ini akan menjawab: kerja keras. Namun, kenyataannya
“I have to face life with a newly found passion. I must rediscover the irresistible will to learn, to live and to love.” —Andrea Bocelli
Sebuah hipotesis mengatakan: Agar kita bahagia dalam pekerjaan kita, temukan pekerjaan yang sesuai dengan passion kita. Hipotesis ini diringkas menjadi “Ikuti passion Anda.” Sayangnya menurut
Bicara tentang passion memang tidak ada habisnya. Passion merupakan topik yang menarik. Semakin menarik bila dikaitkan dengan pekerjaan (baca: cara kita membayar tagihan-tagihan). Siapa yang