fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Passion Saja Tidak Cukup

1 min read

Bicara tentang passion memang tidak ada habisnya. Passion merupakan topik yang menarik. Semakin menarik bila dikaitkan dengan pekerjaan (baca: cara kita membayar tagihan-tagihan). Siapa yang tidak ingin mengerjakan apa yang kita cintai dan dibayar? Siapa yang tidak ingin hobinya memberikan penghasilan? Semua orang (sepertinya) menginginkannya.

passion-saja-tidak-cukup

Apalagi para entrepreneur sukses pun memberikan nasihat yang sama: lakukan apa yang Anda cintai dan uang akan mengikuti Anda. Bukankah ini sangat menggiurkan? Sayangnya, nasihat ini terlalu menyederhanakan. Setidaknya karena dua alasan.

Alasan pertama, tidak semua apa yang kita cintai dibutuhkan orang lain. Dengan kata lain, tidak semua orang mau membayar Anda melakukan hobi Anda.

Alasan kedua, passion saja tidak cukup untuk menghasilkan uang. Mungkin orang lain mau membayar Anda, namun, apakah Anda bisa menghasilkan layanan/produk yang bagus hanya dengan passion? Jawabannya, tidak. Anda perlu kompeten dalam mengerjakan pekerjaan Anda. Bila Anda tidak kompeten, se-passionate apapun Anda, mereka akan meninggalkan Anda.

Namun, apakah dua alasan ini membuat kita perlu meninggalkan passion kita? Tentu tidak. Passion itu penting. Entah dalam bekerja, beribadah, atau berkontribusi pada sesama. Tanpanya, aktivitas yang kita lakukan akan kering – tanpa rasa.

Poin saya bukanlah untuk mendiskreditkan passion. Melainkan menempatkan passion pada tempatnya.

Untuk berhasil di bidang kita misalnya (apapun itu). Passion itu perlu, karena ia memberikan energi untuk bergerak. Namun, passion saja tidak cukup. Anda perlu mau belajar dan bekerja keras agar kompeten di bidang Anda. Saat Anda begitu kompeten di bidang Anda, tidak akan ada orang yang mengabaikan Anda.

Jadi, bila Anda merasa tidak memiliki passion di pekerjaan Anda sekarang, jangan langsung tinggalkan. Temukan apa yang menarik dari pekerjaan Anda saat ini, gali lebih dalam. Belajar dari apa yang ada di depan Anda. Jangan terlalu fokus pada apa yang belum ada. Temukan bagaimana pekerjaan Anda saat ini akan melengkapi kompetensi Anda nantinya. Jangan buru-buru bakar kapal, meninggalkan semuanya. Karena masa depan tidak pasti. Kita tidak tahu, apa yang ada di depan kita nanti.

“Follow your passion, be prepared to work hard and sacrifice, and, above all, don’t let anyone limit your dreams” ~Donovan Bailey

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Bagaimana Menciptakan Bisnis dari Passion Anda

Kata teman saya, pekerjaan paling asyik adalah hobi yang dibayar. Kalimat ajaib seperti ini memang menarik, meskipun sebenarnya kurang lengkap. Nah, artikel kali ini...
Darmawan Aji
2 min read

Ikigai: Apa yang Membuat Anda Bangun Pagi Hari Ini?

Perkenalkan Tatsuya Naka. Dia adalah seorang Karateka aliran Shotokan, pemegang Dan 7 dari Japan Karate Association. Bagi saya ia adalah seorang master yang sangat...
Darmawan Aji
1 min read

Belajar dari Agate

Kemarin saya menghadiri gathering para associate consultant-nya Freshmind Consulting. Lokasinya di salah satu villa di Bandung Utara. Gathering sederhana ini dihadiri oleh sekitar 20-an orang....
Darmawan Aji
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *