fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Bagaimana Menjadikan 2020 Sebagai Tahun Terbaik Anda

3 min read

Setiap awal tahun, kita biasanya sangat bersemangat untuk merencanakan apa yang ingin kita capai setahun ke depan. Kita memiliki tekad untuk menjadikan tahun ini sebagai tahun terbaik. Kita dapat memanfaatkan momen ini untuk menjadikan tahun 2020 sebagai tahun terbaik kita.

Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk menjadikan 2020 sebagai tahun terbaik. Agar lebih optimal, siapkan buku khusus atau kertas kosong untuk melakukan proses ini.

Pertama, Rayakan Tahun Lalu.

Apapun kondisi kita di tahun lalu, itu sudah berlalu. Kita tidak dapat mengubahnya. Maka, satu-satunya hal produktif yang dapat kita lakukan adalah mensyukurinya. Pertimbangkan pertanyaan berikut ini untuk merefleksikan tahun lalu Anda:

  • Keahlian baru apa yang Anda kuasai?
  • Tujuan apa yang berhasil Anda wujudkan?
  • Pencapaian apa saja yang Anda raih?
  • Pengalaman positif apa saja yang Anda dapatkan?
  • Kesulitan seperti apa yang berhasil Anda lalui?
    Tuliskan setidaknya 10 keberhasilan, entah besar atau kecil, yang Anda alami tahun lalu. Syukuri apa yang Anda dapatkan. Biarkan Anda merasakan perasaaannya.

Kedua, Perhatikan Hal-hal Fundamental.

Gedung yang tinggi membutuhkan pondasi yang kokoh. Demikian pula keberhasilan yang tinggi memerlukan pondasi yang kokoh. Anda tidak bisa mencapai kesuksesan besar bila melupakan hal fundamental: istirahat, makan, gerak.

Apakah pola istirahat Anda mendukung Anda? Apakah pola makan Anda mendukung Anda? Apakah pola gerak Anda mendukung Anda? Jika kita mengabaikan hal-hal ini, jangan salahkan apabila kita menjalani hidup dengan energi yang rendah.

Pola istirahat, makan, dan gerak berkorelasi dengan kecerahan dalam berpikir dan keluwesan emosi. Terkait hal ini, ajukan pertanyaan berikut pada diri Anda:

  1. Apa satu hal yang perlu mulai saya lakukan?
  2. Apa satu hal yang perlu mulai saya hentikan?
  3. Apa satu hal yang perlu saya kurangi?
  4. Apa satu hal yang perlu saya perbanyak?

Contoh:

  1. Apa satu hal yang perlu mulai saya lakukan? Olahraga rutin, 15 menit setiap hari.
  2. Apa satu hal yang perlu mulai saya hentikan? Makan setelah jam 6 sore.
  3. Apa satu hal yang perlu saya kurangi? Duduk terlalu lama di depan laptop.
  4. Apa satu hal yang perlu saya perbanyak? Makan sayur dan buah-buahan.

Ketiga, Temukan Satu Hal Anda

Saya menyadari, banyak hal yang ingin kita capai dalam hidup. Banyak tujuan yang ingin kita wujudkan. Tentu saja, ini bisa membuat kita kewalahan dan kelelahan. Maka, cara terbaik untuk mewujudkan apapun yang kita inginkan adalah mewujudkannya satu per satu. Saat kita fokus pada satu tujuan, energi kita tidak akan menyebar. Kita akan mampu mencurahkan energi kita pada satu hal, dan ini akan membantu kita dalam mewujudkannya.

Kita dapat menggunakan rentang waktu yang lebih pendek dalam menetapkan tujuan. Favorit saya adalah menetapkan tujuan per 12 pekan alias per 3 bulan. Kemudian, tetapkan apa yang ingin Anda wujudkan dalam 3 bulan ke depan.

Untuk memudahkan, kita dapat tetapkan satu tujuan untuk setiap kategori berikut ini:

  1. Achievement Goal – apa satu pencapaian yang ingin Anda wujudkan dalam 12 pekan ke depan?
  2. Learning Goal – apa satu pengetahuan/keahlian yang ingin Anda kuasai dalam 12 pekan ke depan?
  3. Habit Goal – apa satu kebiasaan yang ingin Anda biasakan dalam 12 pekan ke depan?
    Pastikan jawabannya se-spesifik mungkin. Kita dapat membuatnya spesifik dengan mengajukan pertanyaan: apa buktinya?

Contoh:

  1. Acievement Goal: Berhasil menuntaskan draft buku terbaru. Evidence: draft buku sebanyak 200 halaman A4.
  2. Learning Goal: Menguasai ilmu Design Thinking. Evidence: Mampu memfasilitasi proses design thinking pada tim kecil (3-7 orang).
  3. Habit Goal: Membaca 12 judul buku. Evidence: Mencatat 12 kutipan terbaik dari buku yang sudah dibaca.

Keempat, Temukan Why-nya

Perubahan akan lebih mudah bila kita mengetahui apa alasan/motivasi/faktor Why kita. Seperti yang Simon Sinek sering khotbahkan: Start With Why!

Baca kembali tujuan Anda. Lalu tanyakan: Apa yang memotivasi Anda menginginkan hal-hal ini? Mengapa hal ini penting bagi saya?

Jika kita tidak menemukan alasan yang kuat, ada baiknya kita cari tujuan lain yang lebih penting bagi kita.

Kelima, Buat Rencana Tindakan

Rencana tindakan termudah adalah dengan membuat Implementation Intention. Formatnya: jika X maka Y. Dimana X adalah kapan dan dimana, sementara Y adalah tindakan yang akan Anda lakukan.

Buat rencana tindakan untuk memudahkan Anda mengelola hal-hal fundamental dan mewujudkan satu hal Anda.

Contoh:

  • Jika saya selesai mandi pagi, maka saya akan mulai berolahraga ringan 15 menit.
  • Jika sekarang adalah pk. 08.00 pagi, maka saya akan membuka laptop dan mulai menulis minimal 3 halaman.
  • Jika saya selesai melakukan shalat isya, maka saya akan membaca buku 1 halaman.

Keenam, Antisipasi Hambatan

Tidak mungkin rencana tanpa potensi hambatan. Maka, kita perlu mengidentifikasi kemungkinan hambatan yang mungkin membuat kita tidak berhasil menjalankan rencana yang kita buat.

Untuk masing-masing rencana, tanyakan kepada diri kita: apa yang mungkin menghambat saya menjalankan rencana ini?

Jika kita gunakan contoh rencana tindakan sebelumnya, mungkin hambatannya sebagai berikut:

  • Olahraga ringan 15 menit. Potensi hambatan: penundaan karena dorongan ingin mengecek sosial media.
  • Menulis 3 halaman. Potensi hambatan: mendapatkan email/telepon penting yang membuat saya harus segera menindaklanjutinya.
  • Membaca buku 1 halaman. Potensi hambatan: lelah dan mengantuk.

Setelah teridentifikasi hambatannya, buatlah rencana untuk mengantisipasinya. Contoh:

  • Olahraga ringan 15 menit. Potensi hambatan: penundaan karena dorongan ingin mengecek sosial media. Antisipasi: hanya membuka sosial media setelah berolahraga (menjadikan ini sebagai imbalan karena saya sudah berolahraga).
  • Menulis 3 halaman. Potensi hambatan: mendapatkan email/telepon penting yang membuat saya harus segera menindaklanjutinya. Antisipasi: mematikan notifikasi email/telepon. Membuat perencanaan kerja sehari sebelumnya.
  • Membaca buku 1 halaman. Potensi hambatan: lelah dan mengantuk. Antisipasi: meditasi 1 menit untuk menjernihkan pikiran, lalu mulai membaca. Jika memang masih lelah dan mengantuk, mungkin akan ubah rencana.

Ketujuh, Monitor Kemajuan Anda

Menetapkan tujuan dan rencana tanpa proses monitoring akan sia-sia. Maka, kita perlu memonitor kemajuan kita dari hari ke hari. Proses monitoringnya bebas. Bisa menggunakan ceklis, spreadsheet, aplikasi, atau kalender. Boleh juga melibatkan teman atau coach untuk membantu Anda dalam memonitor tindakan harian kita.

Proses monitoring ini membantu kita untuk mengukur, sejauh mana kemajuan kita. Monotoring juga membantu kita untuk memeriksa motivasi kita serta mengevaluasi tindakan-tindakan kita.

Akan lebih baik lagi, bila selain monitoring harian sederhana kita pun melakukan evaluasi pekanan yang lebih komprehensif. Tujuannya adalah untuk memikirkan antisipasi bila ada hambatan yang mungkin datang. Juga untuk menguatkan kita kembali akan tujuan kita. Tujuan lainnya adalah untuk mengevaluasi apakah rencana yang kita buat masih masuk akal atau perlu disesuaikan.

Mudah-mudahan 7 langkah ini membantu kita untuk menjadikan tahun ini sebagai tahun terbaik kita. Aamiiin.

PS. Jika tertarik membaca lebih banyak terkait hal semacam ini, teman-teman bisa memesan buku saya yang berjudul Life by Design dan Productivity Hack. Teman-teman juga bisa memesan agenda produktivitas yang saya rancang. Namanya Productivity Planner. Langsung hubungi WA 0816990270 ya.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.