fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Bagaimana Mengingat Apapun yang Anda Baca

2 min read

Otak bukanlah mesin perekam seperti kamera. Mengingat tidak seperti kita membuka file dari komputer lalu menayangkannya di layar. Kita tidak memiliki Photographic Memory seperti yang kita kira. Kita tidak menyimpan informasi secara utuh. Kita menyimpannya dalam bentuk kepingan yang terpisah-pisah. Kita menyimpan sebagian dan mengabaikan sebagian lainnya. Apa yang terjadi pada saat kita mengingat adalah merekonstruksi – membangun kembali kepingan-kepingan informasi dan membentuknya menjadi sebuah informasi yang bermakna. Inilah sebabnya, wajar bila setelah membaca buku kita tidak mengingat keseluruhan isinya. Kita hanya mengingat dua tiga informasi yang paling bermakna. Ini wajar.

Informasi baru dari apa yang kita baca ini seperti kita bertemu kenalan baru. Agar kita mengingatnya, kita biasanya menghubungkan kenalan baru ini dengan kenalan lama kita. Kita mencoba mencari hubungan antara dia dengan kita atau dengan teman kita. “Mas Andi ini temannya Bang Joni di Kampus Ganesa” – kita membuat simpulan dan tautan seperti ini dalam benak kita. Bahkan, bisa jadi saat kita menyimpan namanya di kontak ponsel kita, kita akan menulisnya dengan nama ‘Mas Andi teman Bang Joni.’ Cara lainnya, kita menghubungkan kemiripan wajah atau sifat dari kenalan baru ini dengan kenalan lama: “Kang Robi mirip temanku, Kang Ukun.” Begitulah otak kita bekerja saat menyerap informasi baru, kita mengasosiasikannya dengan informasi yang sudah tersimpan sebelumnya di dalam otak kita. Semakin banyak informasi yang terkait, semakin kuatlah ingatan kita tentang informasi ini.

Bagaimana menerapkan pemahaman tentang cara kerja otak kita untuk mengingat apapun yang kita baca?

Saya meyakini, membaca adalah proses mengkonstruksi konsep dalam benak kita. Konsep adalah ide dan informasi yang tersusun. Kita akan mudah merekonstruksi apa yang sudah kita baca bila konsep yang kita bentuk kokoh dan kuat.

Maka, agar Anda dapat mengingat apapun yang Anda baca, Anda dapat mengikuti lima langkah berikut ini.

Pertama, Tetapkan Tujuan dan Konteks.

Kita perlu menetapkan tujuan dan konteks dari apa yang kita baca. Membaca dengan tujuan dan konteks akan membuat apa yang kita baca menjadi lebih bermakna. Misalnya, saat Anda membaca buku The Power of Habit-nya Charless Duhigg, akan lebih bermakna bila Anda memiliki tujuan dan konteks yang jelas. Misalnya: saya ingin tahu bagaimana cara untuk memulai kebiasaan berolahraga di pagi hari.

Kedua, Dapatkan Gambaran Besarnya.

Fokus awal saat membaca adalah menyelesaikan bacaannya, bukan memahami detail isinya. Maka, kita bisa membaca dengan teknik skimming – melihat dengan cepat lembar demi lembar dari awal sampai akhir. Fokusnya adalah sekadar mendapatkan gambaran besar – garis besar plot cerita dari awal sampai akhir dari buku tersebut. Setelah melakukan ini, barulah kita membaca ulang dengan perlahan (sebelumnya saya putuskan dulu: apakah saya layak membaca buku ini lebih mendalam atau tidak?).

Ketiga, Bacalah Secara Aktif.

Ada banyak cara untuk melakukannya. Misalnya:

  • Beri highlight di buku Anda.
  • Tambahkan catatan di buku tersebut.
  • Gambarkan Concept Map (atau Mind Map-nya).
  • Catat kalimat yang penting.
  • Tuliskan insight yang Anda dapatkan.
Keempat, Ciptakan Asosiasi.

Asosiasikan apa yang kita baca dengan ide, informasi, pengetahuan dan pengalaman yang sudah kita miliki. Semakin banyak informasi yang dapat kita asosiasikan, semakin kuat konsep yang terbentuk dalam benak kita.

Kelima, Aplikasikan.

Terapkan apa yang sudah Anda baca. Jangan anggap buku yang Anda baca sebagai teori, rumus sakti, atau formula yang sudah mapan. Anggap saja itu sebuah hipotesis yang perlu diujicoba. Ujicobakan apa yang Anda baca di dunia nyata. Praktikkan, amalkan. Anda akan lebih mudah mengingat bacaan yang sudah Anda praktikkan.

Melakukan kelima hal ini tidak hanya akan membuat Anda mengingat apa yang Anda baca namun juga memahaminya. Bahkan lebih jauh dari itu, menerapkannya di dunia nyata. Ini tips dari saya, apa tips dari Anda?

 

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *