fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

6 Prinsip Pengaruh

1 min read

Dunia baru kehilangan salah seorang pemimpin besarnya: Nelson Mandela. Namun demikian saya meyakini, pengaruhnya tak akan hilang sampai kapanpun. Kepemimpinan adalah tentang pengaruh, demikian kata John C. Maxwell. Kualitas kepemimpinan kita ditentukan oleh kadar pengaruh yang kita ciptakan. Pengaruh adalah intisari dari komunikasi.  Sebagai pemimpin, bagaimana Anda akan mampu menggerakkan orang-orang Anda jika Anda tidak mampu mempengaruhi mereka? Dalam bisnis, saat Anda memiliki sebuah ide yang brilian, bagaimana Anda akan meyakinkan orang lain untuk menindaklanjuti atau membeli ide Anda?

Sumber: http://www.flickr.com/photos/mzkdavis/
Sumber: http://www.flickr.com/photos/mzkdavis/

Maka, bukankan menarik bila kita memahami prinsip-prinsip pengaruh? Bukankah menarik bila kita memahami senjata apa saja yang dapat kita gunakan untuk menciptakan pengaruh?

Adalah Prof. Robert Cialdini dari Universitas Arizona telah menjawab pertanyaan kita tadi. Dia melakukan riset panjang untuk mengungkapkan prinsip-prinsip pengaruh. Prinsip-prinsip yang bila digunakan menyebabkan seseorang mau dipengaruhi orang lain.

Berdasarkan riset dari Prof. Cialdini, ada enam prinsip yang dapat menciptakan pengaruh.

  1. Faktor Otoritas. Kita menganggap baik dan benar kata-kata yang diungkapkan oleh seorang ahli. Ada kecenderungan dalam masyarakat kita bahwa apa yang dikatakan oleh seorang ahli adalah hal yang baik dan benar. Maka kita pun menjadi lebih mudah mengikuti sara yang diberikan oleh seorang ahli.
  2. Faktor Rasa Suka. Kita lebih mudah dipengaruhi oleh orang yang kita suka. Seorang penjual yang ramah, perhatian, dan tulus tentu lebih disukai dibandingkan penjual yang ketus, egois, dan mau menang sendiri bukan? Dan kita lebih suka membeli dari penjual yang pertama, betul?
  3. Faktor Timbal Balik. Jika seseorang memberikan sesuatu pada kita, maka wajar bagi kita untuk memberikan balasan. Masyarakat kita mengenal balas budi, dan tidak nyaman bila kita memiliki utang budi. Saat seseorang memberikan senyuman pada kita, maka kita pun dengan mudahnya memberikan senyuman sebagai balasan. Saat seorang pemimpin mau berkorban untuk pengikutnya, maka pepingutnya pun akan mau berkorban untuknya.
  4. Faktor Kelangkaan. Sesuatu yang langka itu baik adanya. Diskon, limited edition, early bird adalah alat promosi yang memanfaatkan faktor ini.
  5. Faktor Konsistensi. Jika saya menyetujui satu hal, maka saya cenderung konsisten untuk  menyetujui hal-hal lain yang terkait dengan hal tadi. Teknik YES SET dalam penjualan memanfaatkan faktor ini.
  6. Faktor Bukti Sosial. Kita lebih mudah menyetujui apa yang disetujui oleh mayoritas bukan?

Nah, dari enam faktor pengaruh di atas, bagaimana Anda akan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari Anda?

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.