fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Strategi Sukses Karier

2 min read

Salah satu modal karier terpenting dalam menjalani sebuah karier adalah keahlian yang langka dan berharga. Jika modal karier yang satu ini penting, maka pertanyaannya adalah: Bagaimana saya membangunnya? Strategi berikut mudah-mudahan bermanfaat bagi Anda.

strategi-sukses-karier

Pertama, miliki pola pikir Perajin

Pola pikir Perajin (Craftsman Mindset) adalah lawan dari pola pikir Passion. Pada pola passion Anda bertanya: apa yang saya dapatkan dari pekerjaan ini? Apakah pekerjaan ini benar-benar saya sukai? Apakah pekerjaan ini benar-benar mencerminkan diri saya? Pertanyaan-pertanyaan ini membuat Anda ragu-ragu dengan apa yang Anda kerjakan dan menghasilkan ketidakbahagiaan. Alih-alih bertanya seperti itu, mulai bertanya: apa yang dapat saya kontribusikan di pekerjaan ini? Apa yang benar-benar saya sukai dari pekerjaan ini? Apa yang bisa saya pelajari dari pekerjaan ini? Bagaimana saya bisa lebih baik dalam hal ini? Bagaimana saya menjadi yang terbaik di bidang ini? Apa yang perlu saya lakukan agar saya hebat dalam pekerjaan ini? Selami pekerjaan Anda, maka keahlian dan passion akan muncul. Fokus pada apa yang bisa Anda berikan pada dunia. Bukan pada apa yang pekerjaan itu dapat berikan kepada Anda.

Kedua, berinvestasi pada Aktivitas yang Tepat

Kenali aktivitas yang bernilai. Hal yang benar-benar berharga dalam bidang Anda. Lalu investasikan waktu Anda di sana. Jangan sampai salah menginvestasikan waktu dan energi Anda.

Seorang blogger yang fokus ke analisis statistik pengunjung, optimasi kata kunci – SEO, dan integrasi ke sosmed adalah contoh blogger yang salah fokus. Mereka berinvestasi banyak untuk membeli berbagai macam tools untuk mengoptimasi blognya. Mereka berharap dengan kombinasi tertentu pengunjungnya meledak dan dia bisa menghasilkan uang dari blognya. Masalahnya adalah, jika konten blog-nya jelek dan mereka tidak pernah menginvestasikan waktunya untuk meningkatkanya maka semuanya sia-sia.

Demikian juga para penjual online yang sibuk dengan berbagai trik menambah teman, belajar berbagai strategi copywriting, membeli berbagai macam tools untuk mengoptimalkan akun sosmednya tapi lupa pada hal-hal mendasar. Tidak konsisten posting status, postingannya tidak menarik dan tidak berupaya memperbaiki konten sosmednya, malas berinteraksi dengan fans dan friendsnya. Maka, semua trik dan toolsnya menjadi sia-sia.

Ada juga trainer yang sibuk branding ke sana kemari, namun lupa mengasah kemampuan melatihnya. Ini juga salah fokus.

Ketahui apa yang benar-benar dihargai dari pekerjaan Anda dan fokuslah ke sana.

Ketiga, minimalisir buang waktu pada hal-hal yang tidak membantu Anda meningkat

Sibuk itu mudah, juga melelahkan. Namun, apa hasil akhir dari kesibukan yang kita lakukan? Menjawab email, merancang slide presentasi, posting sosial media – apakah semua aktivitas ini berdampak pada karier kita? Atau hanya kedok agar kita tidak perlu fokus ke aktivitas lain yang sebenarnya lebih berharga?

Saat Anda menjalani sebuah karier, sangatlah mudah Anda tenggelam dalam rutinitas. Sayangnya, sebagian besar rutinitas tidaklah menambah nilai, tidak meningkatkan keahlian Anda. Maka, lacaklah penggunaan waktu Anda. Apakah Anda menggunakan waktu untuk mengerjakan aktivitas yang membuat Anda mengalami peningkatan dalam modal karier, atau tidak? Di awal pekan, petakan bagaimana Anda ingin menggunakan waktu Anda. Di akhir pekan, lacak kembali, sudahkah penggunaan waktu Anda sesuai rencana? Apakah Anda telah menginvestasikan waktu pada aktivitas yang membuat Anda mengalami peningkatan?

Keempat, tantang diri Anda sendiri

Jangan biarkan diri Anda stuck di level keahlian tertentu – mengalami plateau. Menguasai skill di level tertentu itu nyaman dan menyenangkan. Namun Anda tidak akan naik ke level master jika berhenti di sini. Paksa diri Anda untuk semakin ahli. Jalannya tidak mudah, bahkan sulit dan menyakitkan. Namun itulah jalan yang dilalui oleh para master untuk menguasai keahliannya.

Kelima, temukan Misi dari apa yang Anda kerjakan

Apakah misi itu ditemukan di awal atau di tengah perjalanan? Idealnya, misi ditemukan di awal. Dengan demikian perjalanan kita lebih terarah dan bermakna. Sayang, pada kenyataannya kita sulit menemukan misi di awal karier kita. Misi ditemukan di tengah perjalanan saat kita semakin ahli dengan apa yang kita kerjakan. Saat kita masih newbie di bidang kita, sulit bagi kita memikirkan tentang misi. Masih ingat bahasan The Adjacent Possible? Terobosan besar selalu muncul pada mereka yang berada di “puncak” penguasaan sebuah bidang. Jadi, di awal karier fokus saja bagaimana menjadi yang terbaik di bidang Anda dan bagaimana Anda bisa berkontribusi banyak pada masyarakat luas. Bagaimana Anda dapat menciptakan dampat di atas bumi ini. Namun, jangan buru-buru ingin menciptakan dampak. Seperti bermain video game, Anda perlu mengalahkan musuh-musuh kecil, naik dari satu level ke level lainnya, baru Anda akan bertemu dengan Big Boss-nya. Misi akhir Anda adalah memberikan dampak positif yang luas pada masyarakat, namun untuk sampai sana Anda perlu menjalani prosesnya setahap demi setahap.

“Your comfort zone is a place where you keep yourself in a self-illusion and nothing can grow there but your potentiality can grow only when you can think and grow out of that zone.” ― Rashedur Ryan Rahman

Disclaimer: tulisan ini hanya merupakan pendapat saya. Anggap sebagai sebuah hipotesis yang perlu diuji. Jangan jadikan tulisan saya ini sebagai satu-satunya referensi. Pelajari referensi lain juga dan ambillah keputusan Anda dengan bijak.
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *