fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Reframe: Membingkai Masalah Menjadi Peluang

1 min read

Banyak orang tidak dapat membedakan antara imajinasi, kreativitas dan inovasi. Kita sering kali mencampurkan ketiganya. Kita tidak dapat mendefinisikan batasan antara ketiga hal ini dengan jelas, saya pun demikian. Sampai suatu hari saya membaca sebuah artikel di web Fast Company. Artikel tersebut mengutip definisi ketiga hal di atas menurut Tina Seelig. Tina Seelig adalah pengampu mata kuliah kreativitas dan inovasi di Stanford University School of Engineering selama 16 tahun. Beliau juga merupakan penulis buku Inside Out: Get Ideas Out of Your Head And Into the World. Menurut Seelig:

“Imagination is envisioning things that don’t exist. Creativity is applying imagination to address a challenge. Innovation is applying creativity to generate unique solutions. And entrepreneurship is applying innovations, scaling the ideas, by inspiring others’ imagination.”

Terjemahan bebasnya kurang lebih:

Imajinasi adalah membayangkan sesuatu yang tidak ada. Kreativitas adalah menerapkan imajinasi untuk memecahkan sebuah tantangan. Inovasi adalah menerapkan kreativitas untuk menghasilkan solusi unik. Dan entrepreneurship adalah menerapkan inovasi dan menskalakan ide dengan menginspirasi imajinasi orang lain.”

Memahami framework ini memudahkan kita dalam menerapkan ketiga hal ini dalam bisnis (maupun kehidupan secara umum). Nah, salah satu cara untuk menciptakan inovasi adalah dengan melihat sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda. Istilah kerennya reframe problem – membingkai ulang masalah. Di dalam Design Thinking, proses ini dilakukan di tahap kedua (define). Tentu saja proses menyimpulkan kebutuhan ini diawali dengan proses mengolah informasi dan data awal yang kita kumpulkan di tahap sebelumnya (discovery).

Tujuan dari reframe problem adalah merancang pernyataan masalah meaningful dan actionable – bermakna dan dapat ditindaklanjuti. Istilah lainnya POV – Point of View.  Isinya adalah pernyataan yang menyimpulkan kebutuhan dari calon pengguna. Pernyataan POV menjawab:

  • Apa masalah yang ingin kita pecahkan?
  • Siapa yang mengalamu masalah tersebut?
  • Apa alasan yang membuat mereka tertarik untuk memecahkan masalah tersebut?

Kalimat POV biasanya disusun dengan struktur sebagai berikut:

[Deskripsi Pengguna] membutuhkan [kebutuhan] karena [insight]

Contoh:

Para pekerja wanita kantoran berusia 21-29 tahun membutuhkan makan siang dengan menu yang mereka inginkan yang bisa dipesan dari kantornya karena waktu istirahat mereka terbatas sementara pilihan menu makan siang yang ada di dekatnya juga terbatas.

POV mendefinisikan masalah yang akan kita selesaikan. Sebuah POV yang baik memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Membingkai masalah (membuat batasan masalah)
  • Memberikan fokus.
  • Menginspirasi tim.
  • Menyediakan kriteria untuk mengevaluasi berbagai ide-ide.
  • Menangkap pikiran dan perasaan dari calon pengguna.

Menghasilkan POV yang memenuhi kriteria di atas memerlukan dua proses: analisis dan sintesis. Analisis artinya kita perlu mengelompokkan berbagai ide lalu memilahnya. Sementara sintesis adalah menggabungkan beberapa ide menjadi satu dan menghasilkan ide-ide baru.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Rapid Prototyping: Mengubah Ide Abstrak Menjadi Nyata

Salah satu kaidah penting dalam Design Thinking adalah “Fail fast to succeed sooner” atau “Gagal cepat agar sukses lebih cepat.” Maksudnya apa? Saat merancang...
Darmawan Aji
1 min read

Ideasi: Bagaimana Memunculkan Ide-Ide Kreatif

Tahap ideasi dalam design thinking adalah tahap saat anggota tim memunculkan ide-ide kreatif yang mungkin dapat menjadi solusi bagi masalah yang ada. Proses awalnya...
Darmawan Aji
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *