fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Mengenal Design Thinking

1 min read

Sudah beberapa bulan ini saya mengikuti ecourse tentang Design Thinking yang diselenggarakan oleh Darden School of Business Universitas Virginia. Disiplin yang satu ini kini sedang cukup populer di kalangan corporate dan start up. Mengapa? Karena metodologi Design Thinking terbukti bermanfaat dalam membantu proses pemecahan masalah, menumbuhkan inovasi dan membantu pertumbuhan perusahaan (skala kecil maupun besar). Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Design Thinking? Mudah-mudahan artikel ini dapat memberikan gambaran awal tentang apa dan bagaimana Design Thinking itu.

Design Thinking adalah sebuah keterampilan bagaimana kita bisa berpikir sebagai seorang desainer. Desainer mampu memecahkan masalah kompleks dengan solusi yang sederhana. Desainer tidak hanya berfokus pada fungsi namun juga pada estetika.

Apa yang dimaksud dengan desain? Saat kita mendengar kata desain, apa yang terpikir oleh kita? Kata desain digunakan dalam banyak hal. Misalnya:

  • Membuat lay out majalah/poster/pamflet.
  • Membuat rancangan baju.
  • Merancang gambar konstruksi jembatan.
  • Membuat rencana untuk memperindah ruangan.
  • Mempercantik sebuah tampilan (apapun itu).
  • Menata ruang/rumah.

Kata desain digunakan dalam banyak hal dan membuat kita bertanya-tanya, apa sebenarnya yang dimaksud dengan desain? Saya menemukan definisi yang cukup memuaskan di Oxford Dictionaries.

De·sign /dəˈzīn/ Do or plan (something) with a specific purpose or intention in mind.

Desain: melakukan atau merancang (sesuatu) dengan niat atau tujuan yang spesifik di dalam pikiran.

Kata kunci dalam definisi ini adalah ‘tujuan yang spesifik’ – ya, desain dilakukan untuk memenuhi sebuah tujuan spesifik tertentu. Merancang sesuatu tanpa tujuan bukanlah desain.

Steve Jobs pernah mengatakan: “Banyak orang berpikir bahwa desain hanya terkait tampilan luar…  Desain tidaklah seperti itu. Desain bukan hanya tentang seperti apa kelihatannya dan rasanya. Desain juga terkait bagaimana ia bekerja.”

Pertanyaannya, mengapa desain penting dalam bisnis (atau kehidupan secara umum)? Coba Anda ingat-ingat. Pernahkah Anda kesulitan menggunakan sebuah aplikasi (di HP atau komputer)? Anda sudah bolak-balik coba pelajari namun masih merasa tidak pas saat menggunakananya? Bisa jadi itu adalah kesalahan dalam proses desain. Pernahkah Anda memiliki produk yang berfungsi dengan baik namun tidak dapat optimal digunakan karena kurang user-friendly? Bisa jadi itu adalah kesalahan desain. Perhatikan apa yang mungkin terjadi saat terjadi kesalahan desain:

Saat desain tidak dipikirkan dengan matang, fungsi utama dari sebuah produk bisa jadi menghilang.

Sebaliknya, bila desain diterapkan dengan baik. Entah pada produk, strategi, atau inovasi bisnis maka tingkat sukses perusahaan akan meningkat drastis. Perusahaan yang dijalankan dengan prinsip-prinsip desain seperti Apple, Coca-Cola, Nike, P&G terbukti memiliki performa yang luar biasa dalam setahun terakhir. Desain menciptakan faktor “wow” yang membuat prodik dan layanan semakin menarik bagi penggunanya.

Inilah pentingnya sebuah perusahaan menerapkan Design Thinking. Entah pada saat memecahkan masalah, merencanakan strategi, atau saat merancang sebuah produk baru. Saya akan menutup tulisan ini dengan definisi Design Thinking dari dosen virtual saya, Jeanne Liedtka:

Design thinking is… a systematic approach to problem solving. It starts with customers and the ability to create a better future for them[1]

Design Thinking adalah pendekatan sistematis terhadap pemecahan masalah. Prosesnya dimulai dari konsumen dan kemampuan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi mereka.

Besok kita akan bahas lebih lanjut apa dan bagaimana Design Thinking itu. Stay Tune!

 

 

 

[1] Designing for Growth: A Design Thinking Toolkit for Managers

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Rapid Prototyping: Mengubah Ide Abstrak Menjadi Nyata

Salah satu kaidah penting dalam Design Thinking adalah “Fail fast to succeed sooner” atau “Gagal cepat agar sukses lebih cepat.” Maksudnya apa? Saat merancang...
Darmawan Aji
1 min read

Ideasi: Bagaimana Memunculkan Ide-Ide Kreatif

Tahap ideasi dalam design thinking adalah tahap saat anggota tim memunculkan ide-ide kreatif yang mungkin dapat menjadi solusi bagi masalah yang ada. Proses awalnya...
Darmawan Aji
1 min read