fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Tiga Cara Menciptakan Inovasi Kreatif

1 min read

Mengutip dari Tina Seelig, penulis buku Insight Out: Get Ideas Out of Your Head And Into the World. Ada tiga teknik yang dapat kita lakukan untuk menghasilkan ide-ide kreatif. Langsung saja kita bahas yak.

Pertama, Memikirkan Ulang Pertanyaan

Saya pernah mendengar pepatah “Kita tidak bisa memaksa orang berpikir, namun kita dapat mengajukan pertanyaan ke mereka.” Saya lupa siapa yang mengungkapkan pernyataan ini. Namun dari pernyataan ini kita dapat menyimpulkan, cara termudah untuk mengajak orang lain berpikir adalah dengan mengajukan pertanyaan. Termasuk jika kita ingin menghasilkan ide-ide kreatif, kita pun perlu mengajukan pertanyaan. Namun menariknya, sering kali justru kita mengajukan pertanyaan yang membatasi jawaban berdasarkan asumsi yang kita miliki sebelumnya. Pertanyaan seperti ini justru akan membuat sesi brain-storming untuk menghasilkan inovasi menjadi kurang efektif. Seelig merekomendasikan kita untuk mempertanyakan pertanyaan kita sebelum berusaha menemukan jawabannya.

Misalnya, bila kita bertanya: “Bagaimana cara membuat pesta ulang tahun untuk Budi?” – pertanyaan ini mengasumsikan akan ada pesta ulang tahun. Pertanyaan ini mengasumsikan, pesta ulang tahun-lah yang penting bagi Budi. Artinya, solusi yang akan kita dapatkan dari pertanyaan ini adalah solusi yang sudah dibatasi oleh ide “pesta.” Seeling menawarkan kepada kita untuk melakukan sesi frame-storming sebelum brain-storming untuk mencari solusi. Frame-storming adalah sesi menetapkan pertanyaan yang akan kita ajukan pada sesi brain-storming. Dengan demikian, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di sesi brain-storming adalah pertanyaan yang benar-benar esensial dan penting.

Dalam kasus Budi di atas, bisa jadi hasil dari sesi frame-storming adalah pertanyaan: “Bagaimana menciptakan hari yang spesial untuk Budi?” atau “Bagaimana menciptakan hari yang tak terlupakan untuk Budi?” Solusi yang muncul dari kedua pertanyaan ini tidak akan dibatasi oleh ide “pesta” karena untuk menciptakan sebuah hari yang spesial, “pesta” belum tentu menjadi solusi terbaik. Kemudian, pilihan kata “spesial” dan “tak terlupakan” pun akan menghasilkan ide-ide solusi yang berbeda. Inilah pentingnya memikirkan ulang pertanyaan yang akan diajukan dan memilih pertanyaan yang benar-benar esensial serta penting.

Kedua, Terbuka Pada Ide-Ide Jelek

Dalam sesi brainstorming, sering kali hal yang menghambat kreativitas adalah tekanan untuk mengusulkan ide-ide yang bagus. Akibatnya anggota tim menjadi pasif, tidak mau mengungkapkan gagasan di pikirannya karena merasa ide yang terpikir oleh mereka bukanlah ide yang bagus. Maka, pimpinan tim perlu menegaskan ke anggota bahwa mereka terbuka dengan segala macam ide. Sejelek apapun dan seaneh apapun idenya. Ini akan menciptakan rasa aman dan keterbukaan. Efeknya anggota tim akan semakin mudah menyampaikan gagasan-gagasan yang terpikir olehnya.

Agar efektif, kita juga perlu sampaikan ke forum untuk menahan keinginan mengkritik dan menggunakan kata “tapi.” Ini ditujukan agar sesi brainstorming fokus ke menghasilkan ide sebanyak-banyaknya tanpa ketakutan dikritisi, dinilai, atau dievaluasi. Ide-ide jelek adalah pintu masuk ke ide yang jenius.

Ketiga, Tantang Asumsi 

Tantang asumsi yang kita gunakan. Tantang aturan main yang membatasi kita. Ajukan pertanyaan, “Asumsi apa yang dianggap benar oleh industri ini sekarang?” Buat daftarnya dan pertanyakan asumsi tersebut.

Tentu saja ini tidak mudah, namun jika kita dapat membongkar asumsi ini maka kita akan mampu menciptakan aturan main baru di industri. Kita akan mampu menciptakan inovasi yang mendistrupsi industri saat ini.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Rapid Prototyping: Mengubah Ide Abstrak Menjadi Nyata

Salah satu kaidah penting dalam Design Thinking adalah “Fail fast to succeed sooner” atau “Gagal cepat agar sukses lebih cepat.” Maksudnya apa? Saat merancang...
Darmawan Aji
1 min read

Ideasi: Bagaimana Memunculkan Ide-Ide Kreatif

Tahap ideasi dalam design thinking adalah tahap saat anggota tim memunculkan ide-ide kreatif yang mungkin dapat menjadi solusi bagi masalah yang ada. Proses awalnya...
Darmawan Aji
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *