fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Menuntaskan Pekerjaan dengan Teknik Pomodoro

2 min read

Bagi banyak orang, waktu adalah musuh. Kita berpacu melawan waktu untuk menyelesaikan tugas dan deadline. Teknik Pomodoro mengajarkan Anda bekerjasama dengan waktu alih-alih melawannya.

Sering menunda-nunda pekerjaan? Sehingga akhirnya tugas yang seharusnya kita selesaikan akhirnya menumpuk semakin membesar? Saat kita berniat mengerjakan sesuatu, seringkali kita tidak segera memulainya. Dengan berbagai alasan, entah karena alasan belum mood atau malas saja.

Pekerjaan tulis menulis misalnya, buka laptop, siapkan secangkir kopi. Lalu dengan alasan mencari inspirasi kita membuka browser internet kita. Browsing sana-sini, buka Facebook, sampai akhirnya secangkir kopi habis, satu jam berlalu dan tidak ada tulisan yang dihasilkan sedikitpun. Sangat klasik bukan?

Bila ini berulang, penundaan ini menjadi kebiasaan negatif. Kebiasaan yang memicu perasaan bersalah karena kita tidak berhasil mengalami kemajuan dalam mengerjakan tugas kita.

Fransesco Cirillo pun mengalami hal yang sama pada saat bergulat dengan tugas kuliahnya. Sampai akhirnya dia terinspirasi menggunakan timer untuk membantu dirinya menuntaskan tugasnya. Dari sinilah, ia lalu merancang teknik mengoptimalkan produktivitas yang ia namakan dengan Teknik Pomodoro. Pomodoro adalah timer 25 menit yang digunakan di dapur berbentuk tomat (dalam bahasa Italia, Pomodoro bermakna tomat). Kini teknik Pomodoro menjadi teknik yang sangat populer untuk membantu meningkatkan produktivitas di tempat kerja.

Inti dari teknik ini sangat sederhana. Kita pecah sebuah pekerjaan besar menjadi beberapa potongan tugas yang lebih kecil. Sehingga lebih mudah bagi kita untuk mengelolanya. Lalu kita atur timer 25 menit dan fokus mengerjakan tugas tersebut tanpa gangguan. Setelah 25 menit berlalu, lakukan break selama 5 menit. Satu potongan ini disebut dengan satu sesi Pomodoro.

Saat kita berpikir, toh hanya mengerjakannya selama 25 menit, kita menjadi termotivasi untuk melakukannya. Alih-alih memikirnya besarnya tugas tersebut, kita berpikir singkatnya waktu untuk mengerjakannya. Perjalanan 1000 langkah dimulai dari langkah pertama. 25 menit ini adalah langkah pertama kita.

Setelah menuntaskannya, kita akan mengalami perasaan sukses. Kesuksesan kecil ini akan mengantarkan kita ke kesuksesan kecil berikutnya. Bukankah sebuah kesuksesan besar adalah rangkaian dari kesuksesan-kesuksesan kecil?

Kunci keberhasilan di sini adalah fokus pada satu aktivitas tanpa gangguan. Jika pekerjaan kita menulis, maka menulislah selama 25 menit, jangan melakukan aktivitas apapun selain menulis. Artinya, kita perlu mengatur agar kita benar-benar bebas dari distraksi maupun interupsi. Baik secara internal maupun eksternal.

Musuh dari produktivitas adalah distraksi dan interupsi. Sebuah riset menunjukkan, kita memerlukan waktu 25 menit untuk fokus kembali ke tugas yang sedang kita kerjakan setelah terinterupsi oleh email masuk.

Ada dua jenis interupsi yang mungkin muncul saat kita melakukan Pomodoro.

Pertama, interupsi internal. Misalnya: lintasan pikiran yang tidak terkait dengan pekerjaan yang mengakibatkan teralihkannya fokus kita.

Kedua, interupsi eksternal. Misalnya: notifikasi handphone, chat, ajakan ngobrol dari rekan kerja.

Bagaimana agar kita tetap fokus saat menghadapi interupsi? Untuk interupsi internal, kita bisa mengelola dengan cara menuliskan apapun yang terlintas di pikiran kita. Tuliskan di buku catatan kita.

Untuk interupsi eksternal, kita bisa menghindari dengan mematikan seluruh notifikasi pada handphone dan komputer Anda. Sementara itu, jika interupsinya berasal dari orang lain, sampaikan ke yang bersangkutan bahwa kita sedang fokus mengerjakan sesuatu. Minta mereka menunggu atau katakan bahwa Anda akan menghubungi mereka kembali nanti.

Saat kita berkomitmen mengerjakan tugas selama 25 menit, bolehkah kita melakukan cheating (kecurangan), misalnya hanya mengerjakannya 20 menit? Tentu saja tidak boleh. Ini adalah tentang disiplin, pembiasaan dan fokus. Bila Anda tergoda untuk cheating pada hal-hal kecil, Anda akan tergoda cheating pada hal-hal besar. Bagaimana bila tugasnya selesai dalam waktu kurang dari 25 menit? Gunakan sisa waktunya untuk mereview dan menyempurnakan tugas Anda. Cek ejaannya, cek font-nya, cek pemilihan katanya, apapun untuk menyempurnakan tugas Anda menjadi 25 menit.

Setelah 25 menit, lakukan break sebentar. 5 menit pun cukup. Saat break, lakukanlah aktivitas-aktivitas yang tidak terkait dengan tugas tersebut. Anda bisa minum kopi, jalan-jalan di sekitar, mendengarkan musik atau aktivitas apapun yang membuat Anda rileks. Break seperti ini baik bagi otak Anda. Merefresh otak Anda sehingga dia siap untuk bekerja kembali.

Setelah Anda melakukan empat sesi Pomodoro (4 x 30 menit). Lakukan break yang lebih panjang, 15, 20, atau 30 menit misalnya. Empat sesi Pomodoro inilah yang kita sebut dengan Satu Set Pomodoro.

Banyak dari kita yang sering merasa bersalah akibat seringnya menunda-nunda. Bila kita tidak menjalani hari yang produktif, sangat mudah bagi kita untuk tidak menikmati waktu bebas kita. Sehingga kita pun lembur di malam hari untuk membayar rasa bersalah kita. Menggunakan teknik Pomodoro secara disiplin membuat Anda mampu menciptakan hari yang produktif, sehingga Anda bisa menikmati waktu bebas Anda setelahnya.

Bedah buku bisnis tiap Kamis? Gabung di channel Telegram t.me/darmawanaji
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.