fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Design Thinking: 7 Mindset Desainer

1 min read

Dalam proses desain metodologi penting. Namun yang tidak kalah penting adalah mindsetnya. Tanpa mindset yang tepat, Anda tidak akan mampu mengeksekusi metodologi dengan baik. Dalam artikel ini saya akan bagikan tujuh mindset seorang desainer yang saya rangkum dari berbagai sumber. Sebagian besar mindset ini saya dapatkan dari Crash Course Design Thinking D.School Universitas Stanford.

Be Curious (Penasaranlah!)

Rasa ingin tahu yang mendalam adalah kunci dari prinsip ini. Rasa ingin tahu membuat kita mau bereksplorasi dan bereksperimentasi. Membuat prototipe bukan hanya cara untuk memvalidasi ide Anda. Membuat prototipe adalah bagian dari proses inovasi. Kita membuatnya untuk berpikir dan belajar.

Bias Toward Action (Bias Menuju Tindakan)

Meskipun ada kata ‘thinking’ dalam proses ‘Design thinking’ – Design thinking bukanlah tentang berpikir, design thinking adalah tentang bertindak. Desainer bukanlah orang yang hanya memikirkan masa depan, mereka adalah orang-orang yang membangun sesuatu untuk masa depan. Mereka bertindak, menciptakan karya. Bukan hanya melamun dan memimpikannya saja. Ketika Anda memiliki pola pikir bias toward action – Anda akan berani mencoba segala sesuatu demi kemaslahatan orang banyak.

Reframe Problem (Bingkai Ulang Masalah)

Desain diawali dari kekaburan masalah. Kita perlu membuatnya menjadi jelas. Sebenarnya a[a masalah yang ingin kita selesaikan? Reframe problem memastikan kita bekerja untuk masalah yang tepat. Setelah menemukannya, Anda perlu membingkainya menjadi visi yang  dapat menginspirasi orang lain.

Focus on Values (Fokus ke Nilai)

Tujuan desain adalah menyelesaikan masalah manusia dengan cara-cara baru yang lebih efektif. Hasil akhir desain bukan hanya berupa pajangan, melainkan produk yang fungsional. Maka, proses desain diawali dari empati kepada orang yang akan menggunakan desain kita. Umpan balik dari pengguna (dan calon pengguna) adalah hal mendasar untuk menciptakan desain yang baik.

Be Mindful Of Process (Sadar Penuh di Setiap Prosesnya)

Kita perlu menyadari bahwa desain adalah sebuah proses. Kita menjalaninya selangkah demi selangkah. Setiap kali kita melangkah, kadang kala kita merasa mundur ke belakang. Kesalahan muncul, kegagalan terjadi. Itu adalah sesuatu yang wajar. Bagian penting dari hal ini adalah melepaskan (baca: mengikhlaskan; letting go) ide-ide awal dan solusi-solusi yang bagus tapi tidak hebat. Sering kali desain yang hebat muncul dari kegagalan-kegagalan sebelumnya. Teflon, Post-It, Super Glue, Play-Doh semua diawali dari kegagalan menciptakan sesuatu. Maka, kita pun perlu sadar penuh dengan tahap desain yang sedang kita jalani. Dalam tahap apakah kita? metode apa yang digunakan dalam tahap ini? dan apa tujuan kita dalam tahap ini? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang membuat kita sadar penuh dengan prosesnya.

Radical Collaboration (Kolaborasi Radikal)

Kita tidak hidup sendiri. Desainer hebat memahami, mereka perlu berkolaborasi radikal dengan pihak lain bila ingin menghasilkan produk yang luar biasa. Pelukis memang bisa menciptakan masterpiece-nya sendiri. Namun iphone tidak akan tercipta jika hanya dikerjakan oleh satu orang. Ajak bekerjasama para inovator dari berbagai latar belakang dan sudut pandang. Ini memungkinkan hadirnya ide-ide yang kreatif dan solusi yang breakthorugh. Ini memungkinkan Anda menciptakan mahakarya yang luar biasa.

Show Don’t Tell (Tunjukkan, bukan Katakan)

Dalam proses desain, Anda perlu mengomunikasikan ide Anda secara efektif kepada rekan sesama tim atau kepada calon investor Anda. Setelah desain Anda selesai pun Anda masih perlu mengomunikasikan ke calon pengguna Anda. Mengomunikasikan desain Anda itu penting. Anda perlu mengomunikasikannya dengan cara yang bermakna dan berdampak. Caranya adalah dengan menciptakan pengalaman, menggunakan ilustrasi visual dan mengisahkan cerita.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Rapid Prototyping: Mengubah Ide Abstrak Menjadi Nyata

Salah satu kaidah penting dalam Design Thinking adalah “Fail fast to succeed sooner” atau “Gagal cepat agar sukses lebih cepat.” Maksudnya apa? Saat merancang...
Darmawan Aji
1 min read

Ideasi: Bagaimana Memunculkan Ide-Ide Kreatif

Tahap ideasi dalam design thinking adalah tahap saat anggota tim memunculkan ide-ide kreatif yang mungkin dapat menjadi solusi bagi masalah yang ada. Proses awalnya...
Darmawan Aji
1 min read