fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Rahasia Mencetak Omset Milyaran: Insight dari workshop Pak Laksita Utama Suhud

2 min read

Pak Laksita Utama Suhud adalah CEO Balai Kartini, beliau berpengalaman mencetak omset milyaran di berbagai bisnis yang pernah dipegangnya. Mulai dari ekspor furniture, memegang obyek wisata Taman Safari sampai gedung pertemuan sebesar Balai Kartini.

Sabtu kemarin saya diberi kesempatan untuk menghadiri workshop beliau di Bandung yang diselenggarakan oleh KREASINERGI EO. Di workshop ini Pak Laksita membagikan strategi Marketing Gerilya untuk mencetak omset milyaran yang telah terbukti sukses diterapkannya pada berbagai bisnis. Berikut adalah beberapa insight yang saya dapatkan selama workshop tersebut.

courtesy: www.beningphotography.com
courtesy: www.beningphotography.com

Pertama, sebelum mencari cara mencetak omset Milyaran, pertama-tama kita perlu yakin bahwa kita bisa cetak omset Milyaran. Jika kita sendiri tidak yakin, mana mungkin kita bisa menemukan caranya? Maka, pertama kali tanyakan pada diri sendiri: yakin ndak bisa cetak omset milyaran? Teringat kata-kata Henry Ford: “Entah Anda berpikir bisa atau tidak, keduanya benar”.

Kedua, saya ini bukan orang yang pinter marketing, saya ini orang yang ngotot. Kalau satu cara belum berhasil, saya akan ngotot cari cara yang lain sampai target omset yang saya kejar tercapai. Percuma kita pinter marketing tapi tidak ngotot menerapkannya dalam bisnis kita.

Ketiga, jangan seperti ayam mati di lumbung padi. Strategi bagaimana mencetak omset milyaran ada dimana-mana, di buku 10 Greatest Advertising Secrets bahkan sudah dikupas tuntas. Rugi sekali bagi yang sudah punya buku ini namun belum berhasil cetak milyaran (minimal ratusan juta lah).

Keempat, definisikan bisnis Anda. Sejatinya bisnis itu solusi bagi masalah orang lain, maka Anda perlu mendefinisikan bisnis Anda sebagai solusi dari masalah orang lain. Katakanlah Anda memiliki bisnis jasa konsultasi statistik bagi mahasiswa. Apa sebenarnya yang Anda jual? Bagaimana Anda mendefinisikan bisnis Anda? Apa bisnis Anda? Jika Anda menjawab: jualan jasa konsultasi statistik untuk mahasiswa, berapa yang mahasiswa mau bayar untuk layanan ini? Paling antara 300ribu sampai 500 ribu. Jawaban ini belum menjawab pertanyaan inti bisnis Anda. Bagaimana jika Anda menjawab: membantu mahasiswa menyelesaikan skripsi dalam waktu 1 semester atau lebih cepat lagi? Berapa rupiah yang mahasiswa mau bayarkan untuk jasa seperti ini? 3 juta? 5 juta? 10 juta? Mendefinisikan ulang bisnis Anda membuat Anda lebih mudah menemukan klien/pelanggan.

Kelima, gali pilar-pilar pemasukan dari bisnis Anda. Jika bisnis Anda hanya menjual jasa konsultasi statistik, sumber pemasukan Anda hanya satu. Ini berbahaya bagi cashflow bisnis Anda. Berbeda jika bisnis Anda adalah membantu mahasiswa menyelesaikan skripsi dalam waktu 1 semester atau lebih cepat lagi, kira-kira jasa apa saja yang bisa Anda jual? Konsultasi pembuatan outline skripsi? Jasa pengetikan? Pembuatan slide presentasi skripsi? Pelatihan keterampilan presentasi untuk menghadapi sidang skripsi? Kemungkinannya menjadi beragam. Pilar pemasukan Anda lebih dari satu sehingga mampu menopang bisnis Anda.

Keenam, marketer terhebat adalah pelanggan yang puas. Merketer yang terhebat bukanlah kita atau tim kita. Marketer terhebat adalah happy client, klien yang puas. Tantangan pemasaran bukanlah menjual ke klien baru, tantangan pemasaran adalah bagaimana penjualan ke satu klien baru mentrigger ke penjualan-penjualan berikutnya.

Ketujuh, bangun reputasi. Jangan terburu-buru berambisi mendapatkan banyak klien. Bila Anda hanya mendapatkan satu klien, puaskan mereka. Layani dengan pelayanan terbaik. Berikan pelayanan melampaui ekspektasi mereka. Klien yang puas akan memicu referensi dan word of mouth, hasilnya klien-klien baru lainnya akan datang dengan sendirinya. Mas Doddy dari Bening Photography sudah membuktikan hal ini, di workshop ini beliau memaparkan bagaimana kisahnya mendapatkan satu klien Kantor Pajak memicu 23 klien berikutnya dalam waktu kurang dari satu bulan dengan omset lebih dari 1 Milyar!

Jujur, ini hanya sebagian kecil dari insight yang saya dapatkan selama workshop. Karena di workshop ini, pak Laksita juga membahas bagaimana membangun keunggulan bersaing dengan metode Better 5 P, bagaimana melakukan 5 usaha pemasaran untuk memastikan Anda mencetak omset milyaran, mengungkap keajaiban geometrical marketing dan banyak hal bermanfaat lainnya. Bagi rekan-rekan yang belum sempat hadir, jangan khawatir, buku beliau mengupas tuntas strategi ini. Bagi teman-teman yang sudah hadir, jangan seperti ayam yang mati di lumbung padi, kita sudah punya ilmunya, tinggal praktekkan, ngotot cari cara sampai omset yang kita targetkan tercapai.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Mengenal Self-Coaching

Darmawan Aji
1 min read

Empat Keyakinan Seorang Coach Pro

Saya sempat membaca di blognya ICF, ada dua cara berpikir yang membedakan antara coach pemula dengan coach yang sudah pro. Perbedaan cara berpikir inilah...
Darmawan Aji
2 min read