fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

OKR: Kunci Sukses Goal Setting ala Google

1 min read

Pernah dengar istilah OKR? OKR adalah singkatan dari Objective and Key Results. Sebuah sistem penetapan tujuan yang digunakan oleh Google dan perusahaan lain seperti Intel, Amazon, Facebook, Netflix, Linkedin, Dropbox dll. Sistem ini dipercaya berhasil membantu Google untuk bertumbuh 10x lipat.

Saya mendengar istilah OKR pertama kali dari buku Measure What Matters. Buku ini ditulis oleh John Doerr. Dia adalah investor di balik Google. Ia yang mengenalkan sistem OKR kepada duo pendiri Google pada tahun 1999. Google yang waktu itu baru menjadi startup dengan 40 karyawan, akhirnya membesar dan memiliki 70.000 karyawan. Nilai pasarnya pun naik melampaui 700 Miliar Dollar. John Doerr sendiri mengenal OKR dari Andy Grove, pendiri Intel, saat ia bekerja di sana pada tahun 80-an.

Ide dari OKR ini sebenarnya sangat sederhana. OKR adalah jembatan antara ide dan eksekusi. John Doerr berkali-kali mengulang mantra: “Ideas are easy. Execution is everything.” Doerr mendefinisikan OKR sebagai “A management methodology that helps to ensure that the company focuses efforts in the same important issues throughout the organization.” Terjemahan bebasnya: “metode manajemen yang membantu untuk memastikan perusahaan memfokuskan usahanya pada isu penting yang sama dalam keseluruhan organisasi.” Bahasa gampangnya, OKR ini metode untuk membantu perusahaan untuk fokus pada hal yang benar-benar penting.

Sekarang kita bahas elemen dalam OKR. Ada dua elemen utama: Objectice (tujuan/target) dan Key Result (Indikator Kunci). Dalam artikel ini, saya tambah elemen ketiga: Initiatives (Rencana Tindakan).

  • Objective adalah apa yang ingin dicapai. Tujuan yang signifikan, kongkrit, dan menginspirasi. Objective sebaiknya dinyatakan dalam kalimat yang singkat sehingga mudah diingat.
  • Key Results adalah ukuran keberhasilan dan indikator yang mendekatkan kita ke tujuan. Key Result dinyatakan secara spesifik, berbatas waktu, agresif namun tetap realistis. Key result harus terukur, wajib ada angkanya. Tidak disebut Key Result kalau tidak ada angkanya.
  • Initiatives adalah rencana tindakan. Apa yang akan kita lakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Kita dapat mendapatkan OKR dengan mengajukan tiga pertanyaan berikut ini:

  1. Apa yang ingin saya capai?
  2. Bagaimana saya mengukur dan memonitornya?
  3. Apa yang perlu saya lakukan untuk mencapainya?

Agar teman-teman bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai OKR, berikut saya berikan contoh penggunaan OKR dalam konteks personal dan profesional.

Q1 – Personal

OBJECTIVE: Menjadi lebih langsing dan bugar

KEY RESULTS

  1. Lingkar pinggang berkurang dari 90 cm menjadi 80 cm.
  2. Kadar lemak turun dari 25% menjadi 18%.
  3. Tidak mengantuk setelah bangun tidur (minimal 5/7).

INITIATIVES

  1. Hanya makan di jendela makan jam 10 pagi – 6 sore.
  2. Olahraga minimal 30 menit setiap hari.
  3. Konsumsi Omega 3 dan teh hijau setiap hari.

Q1 – Professional

OBJECTIVE: Menjangkau audiens yang lebih luas.

KEY RESULTS

  1. Meningkatkan jumlah subscriber Youtube dari 3000 menjadi 10.000
  2. Meningkatkan jumlah subscriber email dari 5000 menjadi 10.000
  3. Meningkatkan jumlah follower channel Bedah Buku Bisnis di Telegram dari 2500 menjadi 5000

INITIATIVES

  1. Merutinkan kembali bedah buku bisnis tiap Kamis di Telegram.
  2. Mengintegrasikan postingan blog dengan postingan Youtube.
  3. Merancang lead magnet baru untuk menarik audiens baru.
  4. Meluncurkan kontes untuk meningkatkan jumlah follower & subscriber.

Versi videonya dapat disimak di channel Youtube saya berikut:

Disclaimer: ada dua slip of the tongue di video. Pertama, jumlah karyawan Google seharusnya 70.000 bukan 7000. Kemudian pendiri Intel seharusnya Andy Groove bukan Andrew Groove. Mohon dimaafkan ya kak 🙂

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.