fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

3 Langkah Sederhana Komunikator Sukses

1 min read

Setiap hari kita berkomunikasi. Mulai dari berkomunikasi dengan pasangan, anak, rekan kerja, bawahan, atasan, teman, tetangga, klien/pelanggan, supplier dsb. Mustahil hidup tanpa berkomunikasi dengan sesama.

Saat kita berkomunikasi, kita mengkomunikasikan niat, maksud dan agenda kita. Sayangnya, orang yang kita ajak berkomunikasi pun memiliki niat, maksud, dan agendanya sendiri. Belum lagi, “kacamata” yang digunakan mereka berbeda dengan yang kita gunakan. Setiap orang melihat realita dengan kacamata uniknya masing-masing. Tidak ada orang yang memandang realita dengan cara yang sama.

Maka, terampil berkomunikasi menjadi penting. Para komunikator hebat mempersiapkan diri untuk menghadapi hal semacam ini sebelum mereka mengkomunikasikan niat, maksud dan agendanya. Mereka tidak berkomunikasi tanpa persiapan.

Beberapa waktu lalu saya membaca dua buku bagus karya Emma Ledden. Emma Ledden ini presenter TV sekaligus model dari Irlandia. Bukunya berjudul The Presentation Book dan The Communication Book. Kedua buku ini menurut saya sangat sederhana namun esensial. Di kedua buku tersebut, Emma memaparkan bahwa setiap komunikator sukses pasti mengikuti tiga langkah sederhana sebagai berikut:

  1. Know the purpose (ketahui tujuan Anda).
  2. Understand your listener (pahami pendengar Anda).
  3. Prepare to speak (menyiapkan diri untuk bicara).

Saya akan bahas secara ringkas ketiga langkah ini.

1. Know the purpose

Sebelum bicara, kita perlu tahu: apa tujuan kita berbicara? hasil akhir seperti apa yang ingin kita capai setelah kita bicara? Tujuan tentu saja bergantung konteks (kapan, dimana, dengan siapa kita berbicara). Tujuan bicara saat rapat dengan tim tentu berbeda dengan tujuan saat mempresentasikan produk kepada calon klien. Tujuan berbicara pada anak saat anak sedang senang tentu berbeda dengan tujuan berbicara pada anak saat anak sedang marah. Sebagai komunkator kita perlu memahami tujuan kita sebelum kita mulai bicara.

2. Understand Your Listener

Setiap orang memiliki minat, kecenderungan dan cara pandang terhadap dunia yang berbeda-beda. Kita tidak bisa menyampaikan tujuan yang sama dengan cara yang sama pada orang yang berbeda. Maka, kita perlu memahami pendengar kita sebelum berbicara. Kita perlu tanya pada diri kita sendiri:

  • Apa yang pendengar Anda ketahui, pikirkan dan rasakan sebelum Anda mulai bicara?
  • Apa yang Anda inginkan pendengar ketahui, pikirkan dan rasakan ketika Anda selesai bicara?

Luangkan waktu sejenak untuk memikirkan hal ini sebelum Anda mulai mengeluarkan kata pertama Anda.

3. Prepare to Speak

Anda sudah punya tujuan. Anda sudah punya rencana mau bicara apa. Semuanya terasa begitu jelas dalam kepala Anda. Namun, begitu Anda mulai berbicara apa yang terjadi? Tiba-tiba semua menjadi buyar. Semua terasa bagus dalam kepala kita sampai kemudian kita berbicara. Ya, dalam konteks apapun Anda akan bicara, Anda harus merencanakannya. Namun, merencanakan saja belum cukup. Anda perlu melatihnya berulang-ulang. Katakan dengan lantang apa dan bagaimana Anda ingin mengatakannya. Dengan demikian, pada saatnya nanti Anda akan dapat berbicara secara runtut dan teratur.

Inilah tiga langkah agar kita dapat mengkomunikasikan pesan kita secara efektif. Bagaimana pendapat Anda?

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *