fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Bagaimana Menciptakan Bisnis dari Passion Anda

2 min read

Kata teman saya, pekerjaan paling asyik adalah hobi yang dibayar. Kalimat ajaib seperti ini memang menarik, meskipun sebenarnya kurang lengkap. Nah, artikel kali ini bertujuan untuk melengkapinya.

Ada tiga elemen yang diperhatikan pada saat kita ingin menciptakan bisnis yang tepat bagi kita. Tiga elemen ini dapat digunakan oleh profesional dan entrepreneur untuk menciptakan produk atau layanan yang paling pas bagi dirinya. Bisa juga digunakan untuk menemukan karier yang tepat bagi Anda.

Apa saja kah tiga elemen tersebut?

Pertama, passion.

Kedua, skill.

Ketiga, opportunity.

Mari kita bedah satu per satu.

Passion (Gairah)

Passion adalah jawaban dari pertanyaan: apa yang Anda minati? Apa yang Anda suka? Apa yang Anda cintai? Passion dibutuhkan sebagai bahan bakar saat Anda merintis karier Anda. Saat Anda merintis bisnis Anda. Tanpa passion yang cukup, Anda akan berhenti di tengah jalan. Seperti kendaraan yang kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan. Di balik setiap bisnis yang sukses, pasti ada founder yang passionate dengan bisnis tersebut. Apa passion Anda? Kopi? Mulailah merintis Coffee Shop Anda sendiri. Novel? Mulailah menulis novel Anda sendiri. Belajar dan mengajar? Mulailah buka kelas Anda sendiri.

Skill (Keahlian)

Meskipun passion penting, skill pun tak kalah penting. Passion membuat Anda berani memulai, namun skill-lah yang membuat Anda bertahan. Orang tidak peduli apakah Anda suka dengan pekerjaan Anda atau tidak, namun mereka peduli apakah Anda kompeten mengerjakan pekerjaaan Anda atau tidak. Tanpa skill yang mumpuni, Anda tidak akan sampai ke tujuan. Ibarat mobil dengan bahan bakar penuh, namun Anda tidak mempunyai keahlian menyetir, maka Anda tetap saja tidak akan bergerak kemana-mana.

Opportunity (Peluang)

Elemen terakhir adalah peluang. Peluang terkait dengan kebutuhan pasar. Pasar butuh apa? Kebutuhan pasar apa yang bisa dipenuhi oleh produk Anda? Kebutuhan pasar apa yang bisa dipenuhi dengan keahlian Anda? Tanpa adanya kebutuhan pasar, tidak akan ada orang yang akan membeli jasa atau produk Anda. Kita perlu tahu dulu pasar butuh apa baru pikirkan jasa/layanan apa yang dapat memenuhinya. Sayangnya, banyak dari kita yang orientasi berpikirnya terbalik. Sibuk memikirkan produknya, namun lupa mendefinisikan apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh pasar.

Bagaimana merealisasikannya?

Pertama, buatlah daftar minat Anda. Aktivitas maupun bidang yang Anda sukai. Contoh: saya suka membaca buku bisnis dan pengembangan diri (terutama yang berbahasa Inggris), saya suka menulis.

Kedua, buatlah daftar keahlian yang Anda miliki. Pengetahuan atau keterampilan yang Anda kuasai. Contoh: saya mampu menyederhanakan ide yang kompleks menjadi lebih sederhana, saya mampu menuangkan ide saya dalam bentuk tulisan, saya mampu memahami teks dalam bahasa Inggris.

Ketiga, tetapkan siapa pasar Anda dan cek kebutuhan mereka. Temukan irisannya dengan minat dan keahlian Anda. Identifikasi masalah yang ingin dan dapat Anda pecahkan. Contoh: para profesional dan pebisnis ingin mendapatkan pengetahuan bisnis terbaru, sayangnya mereka tidak punya waktu untuk membaca buku. Sebagian mereka juga tidak nyaman membaca teks berbahasa Inggris. Padahal sebagian besar buku bisnis terbaru justru berbahasa Inggris.

Keempat, ciptakan produk atau layanan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Contoh: saya menyediakan ringkasan buku-buku bisnis untuk para profesional dan business owner. Saya mengubah buku berbahasa Inggris 300-500 halaman menjadi ringkasan berbahasa Indonesia 3-5 halaman yang lebih sederhana (cek di bedahbukubisnis.com)

Ini contoh dari saya. Sekarang, giliran Anda.

P.S.: Jika saya membuat workshop sehari Passion2Profit yang isinya membedah bagaimana menciptakan bisnis dari passion dan skill Anda (80% praktik), apakah ada yang berminat untuk mengikutinya? Jawab di kolom komentar ya.

Artikel lain tentang passion:

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.