fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Rutinitas Pagi: Pembeda antara Manusia Produktif dengan Selainnya

2 min read

Apa kunci produktivitas dalam hidup ini? Optimasi waktu pagi-lah jawabannya. Rutinitas pagi seseorang adalah pembeda antara mereka yang produktif dan mereka yang rata-rata. Pertanyaannya, bagaimana kita menghabiskan waktu pagi kita?

Sebagian orang menghabiskan waktu paginya dengan tidur melebihi kebutuhannya. Sebagian lagi malas-malasan di atas kasurnya. Sebagian sibuk dengan hal-hal yang tidak penting: chit chat di grup WA dan menyelusuri linimasa di sosmed misalnya. Ada juga yang kesannya sibuk dengan hal penting: berselancar di internet dan menjawab email – padahal kegiatan ini belum tentu berdampak tinggi pada produktivitasnya.

Sangat disayangkan bila kita tidak memanfaatkan waktu pagi kita dengan baik. Mengapa? Menurut penelitian, waktu pagi adalah waktu ketika willpower kita berada di level tertinggi. Willpower ini terkait dengan energi dan motivasi untuk berpikir dan melakukan sesuatu. Saat willpower kita tinggi maka pikiran kita jernih dan kreativitas kita berada di puncaknya. Semua ini adalah sumber daya yang sangat berharga. Sangat rugi bila kita menyia-nyiakannya.

Lalu, bagaimana sebaiknya kita menggunakan waktu pagi kita? Tentu saja, semua sangat bergantung kondisi masing-masing orang. Namun secara umum, gunakan waktu pagi kita untuk aktivitas-aktivitas bernilai tinggi. Setidaknya ada tiga aktivitas bernilai tinggi yang dapat kita lakukan.

  • Pertama, mengasah gergaji.
  • Kedua, merencanakan hari.
  • Ketiga, mencipta karya.

Mari kita bahas satu per satu.

Mengasah Gergaji

Mengasah gergaji adalah istilah yang saya dapatkan dari Stephen Covey. Maksudnya adalah aktivitas untuk mengasah sumber daya yang kita miliki dalam diri: spiritual, intelektual, emosional, dan fisikal. Dengan demikian keempat hal ini menjadi tajam dan ‘siap digunakan.’

Apa yang dapat kita lakukan untuk mengasah keempat hal ini? Ada banyak pilihan, silakan Anda pilih satu aktivitas yang paling pas dengan diri Anda.

  • Spiritual – berbagai aktivitas mengolah jiwa: beribadah, berdo’a, dzikir pagi, meditasi.
  • Intelektual – berbagai aktivitas mengolah pikir: membaca buku, menulis jurnal, mendengarkan audio pengembangan diri.
  • Emosional – berbagai aktivitas mengolah rasa: meditasi mindfulness, memeluk istri, berbincang dengan anak-anak.
  • Fisikal – berbagai aktivitas mengolah raga: HIIT, 7 minute work out, yoga, pilates, jogging, berjurus.

Apa pilihan aktivitas Anda? Anda bebas menentukannya. Asahlah gergaji Anda di pagi hari, dan Anda akan melalui hari Anda dengan jiwa yang tenang, pikiran yang tajam, rasa yang hangat dan raga yang prima.

Merencanakan Hari

Waktu pagi adalah waktu yang jernih untuk memutuskan prioritas-prioritas Anda hari ini. Salah satu kebiasaan yang baik adalah menentukan MIT – Most Important Task untuk hari ini. Tentukan tiga tugas terpenting yang perlu Anda selesaikan hari ini. Pastikan tugas-tugas tersebut adalah tugas yang berdampak tinggi pada pencapaian visi Anda. Lalu, buat blok waktu untuk menyelesaikannya. Proses ini biasanya saya mulai dengan menuliskan berbagai hal yang bergelayutan di dalam pikiran saya. Saya tuliskan semuanya. Kemudian, saya tengok visi saya juga tujuan 12 pekan saya. Dari sana barulah saya tetapkan tiga tugas terpenting hari ini. Ini bukanlah cara yang paling benar, namun ini adalah cara yang paling pas bagi saya. Anda mungkin punya cara lain yang lebih cocok, semua bergantung Anda.

Mencipta Karya

Aktivitas penting berikutnya yang dapat Anda lakukan di pagi hari adalah aktivitas mencipta karya. Waktu pagi adalah waktu yang minim dengan distraksi. Kita lebih mudah fokus dan berkreasi di waktu ini. Maka, inilah waktu yang cocok untuk menciptakan sesuatu. Karya apa yang ingin Anda ciptakan? Karya apa yang ingin Anda wariskan? Karya apa yang ingin Anda tinggalkan untuk keturunan Anda? Karya adalah satu-satunya hal yang bisa menjadi bukti bagi eksistensi Anda. Karya adalah satu-satunya hal yang membuat Anda tetap hidup meski raga Anda sudah tiada. Karya adalah satu-satunya cara agar cerita tentang Anda tetap bergema menginspirasi anak dan cucu Anda. Maka, karya apa yang ingin Anda ciptakan? Misalnya, Anda ingin menciptakan karya dalam bentuk buku. Maka, waktu pagi adalah waktu yang cocok untuk menulis, menuangkan ide-ide Anda dalam bentuk tulisan. Cukup dengan 1 halaman sehari, dan Anda akan menghasilkan 360 halaman dalam setahun. Ini adalah jumlah halaman yang cukup untuk dijadikan sebuah buku.

Ya, waktu pagi lah yang membedakan antara orang-orang yang sangat produktif dengan orang-orang selainnya. Kita bisa melihat produktivitas seseorang dari waktu paginya. Hmm, saya tahu sebagian dari Anda berpikir: saya sibuk pas pagi mas, harus masak, antar anak sekolah, berangkat ke kantor dan sebagainya. Saya hanya jawab: majukan waktu pagi Anda. Bukankah jam 03.00 pun masuk kategori pagi?

 

Artikel terkait:

5 Cara Mengoptimalkan Willpower

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.