“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”
Demikian founding father negara kita, Ir. Soekarno berkata. Kata-kata Bung Karno ini bukan tanpa sebab. Anak muda memiliki modal yang lebih dari cukup untuk menciptakan sebuah karya besar. Mereka memiliki energi, berani, kreatif dan menyukai perubahan. Jika kita berhasil mengarahkan modal ini, maka terciptalah sebuah karya nyata yang akan mengguncang dunia.
Baru-baru ini FORBES merilis daftar “30 Under 30 Asia”, daftar ini merupakan daftar anak muda berbakat, entrepreneur muda dan agen perubahan di berbagai sektor yang berbeda. Ada 10 kategori yang dibuat oleh FORBES: Entertainment & Sports, The Arts, Media Marketing & Advertising, Retail & Ecommerce, Financial & Venture Capital, Enterprise Tech, Consumer Tech, Social Entrepreneurs, Manufacturing & Energy, Healthcare & Science. Menariknya, ada 17 nama anak muda Indonesia yang tercatat di dalamnya. Berikut ini daftar lengkapnya:
Entertainment & Sports
Joey Alexander Sila, 12 – Musisi
The Arts
Peggy Hartanto, 27 – Desainer
Helga Angelina Tjahjadi, 25 – Cofounder Burgreens
Retail & Ecommerce
Carline Darjanto, 28 – Entrepreneur
Merrie Elizabeth, 28 – CEO & Creative Director BloBar Salon
Yasa Paramita Singgih, 20 – Founder & President, Men’s Republic
Ferry Unardi, 28 – Cofounder & CEO Traveloka
Finance & Venture Capital
Moses Lo, 27 – Founder & CEO Xendit
Abraham Viktor, 23 – Cofounder & CEO Taralite
Entreprise Tech
Abraham Ranardo, 25 – Cofounder Mailbird
Consumer Tech
Kevin Aluwi, 29 – Cofounder & Chief Financial Officer Gojek
Benny Fajarai, 25 – Cofounder Qlapa dan Kreavi
Arief Widhiyasa, 28 – Cofounder Agate Studio
Social Entrepreneurs
Heni Sri Sundani Jaladara, 28 – Founder, Smart Farmer Kids In Action & AgroEdu Jampang Community
Muhammad Alfatih Timur, 24 – Cofounder & CEO KitaBisa
Healthcare & Science
Mesty Ariotedjo, 26 – Cofounder, WeCare.id
Leonika Sari Njoto Boedioetomo, 22 – Founder & CEO Reblood
Mereka anak muda yang punya karya. Pertanyaannya sekarang: apa karyaku? Apa yang bisa aku persembahkan sebagai warisan dari masa mudaku?


