fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

10 Prinsip Rapid Skill Acquisition

2 min read

Josh Kaufman menyebut metode untuk menguasai skill apapun dengan cepat dengan istilah Rapid Skill Acquisition. Dalam buku The 20 First Hours, dia mengajarkan 10 prinsip untuk menguasai skill apapun dengan cepat.

10-prinsip-rapid-skill-acquisition
Mari kita bahas satu per satu.

Prinsip #1: Pilih skill/project latihan yg Anda sukai

Skill apa yg membuat Anda bersemangat saat membayangkannya?
Saat Anda mulai menerapkan strategi perolehan skill ini, mulailah dg skill yg benar2 Anda ingin kuasai. Anda akan menguasai dengan cepat skill yg benar2 Anda sukai.

Prinsip #2: Fokuskan energi Anda. Satu skill satu waktu.

Jangan berambisi mempelajari banyak skill sekaligus dalam satu waktu. Menguasai sebuah skill membutuhkan waktu dan fokus. Jika memang banyak skill yg ingin Anda kuasai, buatlah catatan terpisah. Anda bisa menyebutnya “someday/maybe list.”
Fokuslah pada satu skill terlebih dulu, setelah Anda mencapai target performance yg Anda tetapkan, barulah beralih ke skill lain.

Prinsip #3: Definisikan target performance level Anda

Target performance level adalah level keahlian yg ingin Anda kuasai. Ingin sehebat apa Anda dalam penguasaan skill tersebut? Kemudian, bagaimana Anda mengukurnya?

Katakanlah Anda berlatih main gitar. Seperti apa target performance Anda? Contoh:
“Memainkan tiga lagu favorit saya dg gitar”

Dengan target yg jelas seperti ini, Anda akan dapat mengukur apakah Anda sudah mencapai target skill yg diinginkan atau belum.

Prinsip #4: Pecah sebuah skill menjadi sub-sub skill yang lebih sederhana

Skill dapat didefinisikan sebagai urut-urutan untuk melakukan sesuatu. Setiap skill ibarat sebuah bangungan, dia terdiri dari batu bata – batu bata penysunnya. Menemukan batu bata penyusun skill Anda memudahkan Anda menguasai sebuah skill secara keseluruhan.

Prinsip #5: Miliki Alat yg Diperlukan

Sebagian besar skill memerlukan alat yg sesuai. Jika Anda ingin menguasai permainan tennis, Anda perlu punya raket. Jika Anda ingin bisa bermain gitar, Anda perlu punya gitar. Jika Anda ingin belajar pemrograman web, pastikan Anda memiliki laptop/komputer.
Pastikan alat tersebut milik Anda sendiri sehingga Anda memiliki otoritas penuh terhadap alat tersebut. Meminjam dari teman sangat tidak direkomendasikan.

Prinsip #6: Eleminasi hambatan untuk berlatih

Ada banyak hal yg menghambat Anda berlatih. Mulai dari lupa menyimpan alat utk berlatih. Alat hasil pinjam atau sewa (shg waktu penggunaannya terbatas). Gangguan televisi, HP, dan internet. Sampai mental block spt rasa takut, malu dan keragu2an. Semua ini menghambat Anda untuk berlatih. Maka, Anda perlu mengatur ulang lingkungan/tempat latihan Anda dan sikap mental Anda ketika mulai berlatih.

Misalnya, ketika saya berlatih menulis, saya akan menggunakan meja dan ruangan yang sama. Kemudian saya eleminasi semua potensi distraksi (tumpukan kertas, handphone, koneksi internet, meja yang berantakan). Saya juga menggunakan waktu yang sama di pagi hari sehingga mood lebih terjaga.

Prinsip #7: Luangkan waktu khusus untuk latihan.

Anda memerlukan dedicated time. Tidak ada yg namanya waktu luang. Yang ada adalah meluangkan waktu. Jika Anda benar-benar ingin menguasai sebuah skill, luangkanlah waktu khusus untuk berlatih. Entah dengan 20 atau 30 menit sehari. Buat komitmen minimal 20 jam latihan untuk satu skill. Itu hanya membutuhkan waktu 3 bulan.

Prinsip #8: Ciptakan sistem untuk mendapatkan umpan balik dg cepat

Umpan balik adalah sarapan para juara. Demikian pepatah mengatakan. Anda perlu mendapatkan umpan balik dengan cepat sehingga Anda bisa menyesuaikan dan memperbaiki penampilan Anda segera. Anda bisa gunakan pelatih, cermin, alat rekam elektronik. Segala sesuatu yg dapat membantu Anda mengetahui apakah anda mendekati hasil yg anda inginkan atau tidak.

Prinsip #9: Gunakan timer

Pasang timer di 20 menit. Jangan berhenti berlatih sampai timer berbunyi. Ini akan membantu anda komit dengan waktu latihan Anda dan fokus pada latihan Anda.

Prinsip #10: Fokus pada kuantitas dan kecepatan

Jangan khawatirkan kualitas hasil latihan Anda di awal. Keinginan untuk tampil perfect adalah sumber frustrasi. Alih-alih memikirkan kualitas, fokus untuk memperbanyak jumlah latihan sebanyak yg Anda bisa dalam waktu yg ditentukan (misal 20 menit). Skill adalah hasil akumulasi latihan. Semakin Anda sering berlatih, mendapatkan feedback, menyesuaikan latihan/penampilan anda, semakin ahli skill yg Anda kuasai.

Ada komentar atau hal yg mau didiskusikan? Silakan meluncur ke grup diskusi buku di telegram. Follow juga channel bedah bukunya di link ini ya…

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *