fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Waspada Investasi Bodong

1 min read

Beberapa bulan lalu, kawan-kawan saya banyak yang kehilangan uang setelah “berinvestasi” di sebuah perusahaan yang konon bergerak di bidang pertambangan emas. Ada yang kehilangan sepuluh juta, belasan juta, sampai seratus juta rupiah. Padahal kawan-kawan saya ini bisa dibilang sebagai orang yang berpendidikan, tapi kenapa ya mereka bisa-bisanya “tertipu” dan akhirnya kehilangan uang? Wallahu a’lam.

Saya mengamati memang akhir-akhir ini banyak sekali penawaran investasi yang beredar di masyarakat. Mulai dari yang berbentuk perusahaan investasi, trading, sampai koperasi. Iming-iming yang ditawarkan pun sangat fantastis. Ada yang menawarkan keuntungan 3% per bulan, 5% per bulan, bahkan sampai 10% per bulan. Ini menarik. Karena dengan keuntungan 5% per bulan saja, dalam setahun kita bisa mendapatkan keuntungan sampai 60% per tahun! WOW! (setahu saya, Warren Buffet, orang terkaya nomor dua di dunia, hanya mampu menghasilkan keuntungan konsisten 20% per tahun dari saham-saham yang ia beli).

Hmm, lalu bagaimana agar kita terhindari dari investasi bodong seperti yang dialami kawan saya? Sebenarnya simpel. Saat kita tertarik dengan sebuah penawaran investasi, cek saja tiga hal mendasar: transparansi, legalitas, dan likuiditas.

  • Transparansi artinya kejujuran atau keterbukaan informasi. Cek laporan keuangan dari perusahaan tersebut, minimal neraca dan laporan laba rugi. Jika mereka tidak mau memberikan, jangan pernah mau menanamkan uang Anda di perusahaan tersebut.
  • Legalitas, cek legalitasnya di Otoritas Jasa Keuangan (www.ojk.go.id).
  • Likuiditas, kemudahan penarikan dana. Apa syarat dan ketentuannya? berapa lama prosesnya?

Carilah informasi mengenai hal-hal di atas dari pihak ketiga yang netral, bukan dari agen atau “sang penjual.” ¬†Pelajari penawaran tersebut dengan tenang dan akal sehat sebelum Anda memutuskan untuk menginvestasikan uang Anda.

Terakhir, pastikan dana yang Anda gunakan dalam berinvestasi adalah uang dingin, uang yang memang tersedia tanpa mengganggu kepentingan dapur Anda. Bukan uang panas yang berasal dari pinjaman Bank atau bahkan pinjaman dari rentenir.

Dan kapanpun Anda mendengar penawaran investasi, ingatlah kalimat ini:

“Invest Your Time, Before Invest Your Money”

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.