fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Penemuan Diri: Proses Sepanjang Hayat

1 min read

“Life is an endless process of self-discovery.” ― James Gardner

Banyak yang menyangka proses penemuan diri itu dapat dilakukan hanya dengan sekali asessment. Sayangnya, tidak demikian. Asessment hanyalah alat bantu untuk mengenali diri kita. Diri kita yang sebenarnya? Wallahu a’lam. Maka, penemuan diri bukanlah sebuah momen melainkan sebuah proses. Kita perlu menjalani dan melakukannya sepanjang hayat kita. Apa tujuannya? Sederhana, menemukan apa sebenarnya misi kita di atas bumi.

Penemuan-Diri-Proses-Sepanjang-Hayat

Guru saya selalu mengatakan, kita lahir di atas bumi ini dengan sifat-sifat bawaan yang unik. Sebagian memiliki sifat keras kepala, sebagian lembut hati. Sebagian suka berkonfrontasi, sebagian suka mendamaikan. Sebagian pemikir, sebagian pekerja keras. Sifat-sifat bawaan ini tidak mungkin dihadirkan dalam diri manusia tanpa makna, tanpa tujuan. Sifat-sifat bawaan ini semacam fitur yang mendiferensasikan satu orang dengan orang lainnya. Pertanyaannya, apa tujuan dari fitur pembeda ini? Tidak mungkin terjadi begitu saja tanpa tujuan bukan?

Demikian juga dengan apa yang kita sebut sebagai bakat. Guru saya, Abah Rama, mendeskripsikan bakat sebagai sifat bawaan yang bermanfaat. Mengenali bakat, sama artinya mengenali jalan hidup kita. Orang yang suka berpikir, mungkin memang jalan hidupnya adalah sebagai pemikir yang menemukan ide-ide terobosan (tidak semua orang suka melakukannnya kan?). Orang yang suka bekerja keras, jalan hidupnya mungkin untuk membantu para pemikir melaksanakan ide-idenya. Orang yang suka berkonfrontasi, mungkin jalan hidupnya adalah untuk memimpin dan “menantang” status quo. Jalan hidup setiap orang berbeda, tergantung bakat yang dimilikinya.

Pertanyaannya adalah, bagaimana kita mengenali bakat kita? Ingat kredo di awal: penemuan diri adalah proses sepanjang hayat. Termasuk mengenali bakat, bisa jadi prosesnya sepanjang hayat. Maka, yang perlu kita lakukan adalah mulai dan tetap mengeksplorasinya. Saya belajar, ada tiga ciri bahwa kita berbakat di sebuah area.

Pertama, easy – kita merasa mudah mempelajari atau melakukannya. Sementara orang lain nampak kesulitan melakukan hal yang sama.

Kedua, enjoy – kita menikmati proses melakukannya. Sementara orang lain nampak tidak suka melakukannya.

Ketiga, endurance – kita betah berlama-lama melakukannya, seakan-akan energi kita tidak habis-habis melakukan hal tersebut berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama.

Keempat, excellent – hasilnya bagus. Dengan proses belajar yang sama, hasil yang Anda ciptakan lebih bagus dibandingkan orang lain.

Kelima, earn – menghasilkan; bermanfaat bagi orang lain.

Coba kenali, aktivitas apa yang memenuhi lima kriteria di atas? Tenang, Anda tidak perlu menemukannya saat ini juga. Penemuan diri itu proses sepanjang hayat.

Saat Anda sudah mulai menemukannya, pelajari pengetahuan dan latih skill yang akan mempertajam bakat Anda tersebut. Sehingga akhirnya Anda benar-benar ekselen di bidang tersebut. Ingat, bakat hanyalah potensi. Dia tidak akan teraktualisasi secara optimal bila kita tidak menginvestasikan waktu untuk mengasahnya.

“Knowing yourself is the beginning of all wisdom.” ― Aristotle

Disclaimer: tulisan ini hanya merupakan pendapat saya. Anggap sebagai sebuah hipotesis yang perlu diuji. Jangan jadikan tulisan saya ini sebagai satu-satunya referensi. Pelajari referensi lain juga dan ambillah keputusan Anda dengan bijak.
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.