fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Manajemen Keuangan Pribadi Paling Sederhana di Dunia

2 min read

Seorang kaya pernah membocorkan rahasianya: “Rahasia kekayaan bukan pada berapa berapa besar pendapatanmu, rahasia kekayaan terletak pada bagaimana engkau mengelola pendapatanmu”

  • Berapa banyak orang yang berpendapatan besar namun masih harus berutang untuk memenuhi gaya hidupnya?
  • Berapa banyak orang yang berpendapatan besar namun utangnya tetap saja jauh lebih besar daripada asetnya?
  • Berapa banyak orang yang berpendapatan besar namun berakhir dengan kebangkrutan?

Kunci kekayaan ada pada bagaimana mengelola pendapatan yang Anda hasilkan.

Ah, belajar mengelola uang itu kan untuk mereka yang berpenghasilan besar.

Pendapatan saya kecil, ngapain harus dikelola. Nanti saja, kalau pendapatan saya sudah besar, baru saya kelola. Hmm… ini persis seperti seorang overweight yang berkata: “Saya akan berolahraga dan berdiet setelah berat badan saya turun 10 kg”, lucu bukan?

Jika Anda mampu mengelola pendapatan yang (masih) kecil, tak heran jika nanti Anda pun akan mampu mengelola pendapatan yang (lebih) besar. Sebaliknya, seseorang yang tidak bisa mengelola uang kecil, mustahil mampu mengelola uang besar.

Harv Eker dalam buku “The Millionaire Mind” menuliskan:

“Anda harus melatih kebiasaan dan keterampilan mengelola uang kecil sebelum Anda memiliki uang besar. Ingat, kita ini makhluk kebiasaan, maka kebiasaan mengelola uang Anda jauh lebih penting daripada jumlah yang Anda kelola”

manajemen-keuangan-pribadi-paling-sederhana-di-dunia

Jadi, mengelola uang tidak terkait besar kecilnya pendapatan Anda melainkan terkait dengan membangun kebiasaan yang baik terhadap uang Anda.

Oke, jadi apa yang perlu saya lakukan untuk mengelola pendapatan saya?

Sederhana, berapapun pendapatan Anda bagilah menjadi empat pos.

Pos pertama untuk biaya hidup: Ini adalah dana yang Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari: makan, minum dsb.

Pos Kedua untuk dana darurat: ini adalah dana yang Anda gunakan untuk berjaga-jaga bila ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Mulai dari musibah kecelakaan, biaya ke dokter, sampai perbaikan genteng bocor. Jika Anda punya asuransi, Anda bisa mengambilnya dari pos ini (asuransi murni ya, bukan unit link).

PosKetiga untuk modal: ini adalah dana produktif. Anda bisa gunakan untuk modal kerja/bisnis, mendanai usaha, membeli saham atau berinvestasi di reksadana. Intinya adalah dana yang Anda niatkan untuk bertumbuh dan berkembang. Ingat, jika Anda mau berinvestasi, pastikan Anda berinvestasi di tempat yang tepat. Jangan sembarangan. Hati-hati dengan investasi bodong. Jika Anda masih punya utang, alokasi pembayaran utang juga diambil dari pos ini.

Pos Keempat untuk dana akhirat. Harta tidak dibawa mati, katanya. Kurang tepat. Ada harta yang kita bawa mati, yaitu harta yang kita sedekahkan. Dana keempat ini adalah dana khusus yang Anda alokasikan untuk sedekah. Entah sedekah ke keluarga dekat, membantu anak yatim, ataupun sedekah di tempat-tempat lainnya.

Nah, sangat sederhana bukan? Setelah Anda punya empat pos, sekarang tinggal atur porsinya masing-masing. Porsinya tentu tidak bisa dibuat seragam, sangat tergantung pendapatan dan kebutuhan masing-masing.

Kalau mau sangat sederhana, Anda bisa membuatnya rata masing-masing 25%. Misalnya, penghasilan 8 juta:

  • Biaya Hidup 25% x 8 juta = 2 juta
  • Dana Darurat 25% x 8 juta = 2 juta
  • Modal 25% x 8 juta = 2 juta
  • Dana Akhirat 25% x 8 juta = 2 juta

Jika Anda merasa tidak cocok menggunakan porsi di atas, Anda bisa juga menggunakan pendekatan 50 : 20 : 20 : 10. Misalnya pendapatan Anda 5 juta:

  • Biaya Hidup 50% x 5 juta = 2,5 juta
  • Dana Darurat 20% x 5 juta = 1 juta
  • Modal 20% x 5 juta = 1 juta
  • Dana Akhirat 10% x 5 juta = 500 ribu

Bagaimana dengan pendekatan 80 : 5 : 10 : 5, misalnya pendapatan 3 juta.

  • Biaya Hidup 80% x 3 juta = 2,4 juta
  • Dana Darurat 5% x 3 juta = 150 ribu
  • Modal 10% x 3 juta = 300 ribu
  • Dana Akhirat 5% x 3 juta = 150 ribu

Porsinya bebas, bergantung penghasilan dan kebutuhan Anda. Bahkan, saat pendapatan Anda berubah, Anda pun dapat mengubah porsinya. Pendapatan naik tidak selalu identik dengan biaya hidup naik bukan? Artinya, saat pendapatan Anda naik porsi Pos Biaya Hidup Anda bisa dikurangi.

Maka, seperti apakah porsi yang paling tepat bagi Anda saat ini? Share di kolom komentar ya.

NB: Tertarik belajar Perencanaan Keuangan pribadi lebih lanjut? Klik tautan ini: bit.ly/kocek

 

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

5 Replies to “Manajemen Keuangan Pribadi Paling Sederhana di Dunia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *