fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Catatan Untuk Pengelola Investasi Agar Terhindar Dari Bangkrut

1 min read

catatan untuk para pengelola investasi

Jika pada artikel sebelumnya saya menulis catatan untuk para calon investor, maka kali ini saya menulis untuk para pengelola investasi. Kebetulan beberapa rekan saya mengelola bisnis dengan dana dari investor. Catatan ini saya persembahkan untuk mereka.

Dalam bisnis, ada satu titik yang membuat kita pada akhirnya membutuhkan suntikan dana dari pihak luar. Entah dari Bank atau dari Investor. Seringkali, pilihan bermitra dengan investor-lah yang diambil oleh kita dalam berbisnis.

catatan untuk para pengelola investasi
catatan untuk pra pengelola investasi

Mengelola dana dari investor ini gampang-gampang susah. Dalam perjalanan bisnis saya, saya sudah melihat beberapa kawan saya yang bangkrut karena tidak sanggup mengelola dana dari investornya. Sebagian besar bangkrut justru saat bisnisnya mulai membesar. Mereka bukannya tidak amanah, mereka hanya belum memiliki kapasitas (baca: keterampilan) yang cukup untuk mengelola dana yang besar.

Dari beberapa kebangkrutan mereka, saya mencatat beberapa pelajaran. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan agar pengalaman kawan-kawan saya yang bangkrut ini tidak terulang pada diri kita.

  1. Tentukan batasan yang jelas. Berapa dana yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis kita? Berapa dana yang sanggup kita kelola? Jangan paksakan mengelola dana di luar batas kapasitas Anda.
  2. Pisahkan keuangan pribadi dengan keuangan perusahaan. Catat semua arus keluar masuk uang sekecil apapun.
  3. Fokus pada bisnis inti Anda. Jangan mudah tergiur pada penawaran di luar bisnis inti dan kompetensi Anda. Bersikap wara’ (berhati-hati) adalah penting.
  4. Kuasai detil. Jangan hanya percayakan proses bisnis Anda pada mitra Anda. Anda juga perlu paham detilnya sehingga Anda mampu melakukan pengawasan pada mitra Anda dan dapat mendeteksi jika terjadi penyimpangan sejak dini.
  5. Presentasikan keuntungan dan resiko pada calon investor Anda secara seimbang. Resiko perlu dikenalkan di awal, agar saat resiko itu terjadi orang-orang yang berinvestasi di bisnis Anda siap menghadapinya.
  6. Laporkan kondisi bisnis dan keuangan perusahaan secara teratur pada para investor Anda. Pastikan Anda memiliki media informasi atau komunikasi yang dapat diakses dengan mudah oleh investor Anda.
  7. Tingkatkan kompetensi Anda secara teratur. Semakin besar uang yang Anda kelola, semakin besar kapasitas yang dibutuhkan. Bergabunglah dengan asosiasi industri di bidang Anda dan kembangkan wawasan di seputar industri Anda.
  8. Mulailah membuat sistem dan prosedur agar bisnis Anda semakin mudah dikelola. Secepatnya serap keahlian orang-orang kepercayaan Anda dan ubah menjadi prosedur yang dapat dijalankan siapa saja. Jangan sekali-kali hanya mengandalkan keahlian satu orang untuk menjalankan proses bisnis Anda. Kita tidak tahu sampai kapan orang kepercayaan kita ini bergabung di bisnis kita.

Masih ada beberapa catatan lagi yang seharusnya saya tuliskan, namun berhubung sekarang sudah larut malam, sepertinya saya cukupkan dulu. Mudah-mudahan bermanfaat.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *