fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Lean Startup: Pivot vs Presverance

1 min read

Membangun startup adalah latihan dalam membangun sebuah institusi (baca: perusahaan/organisasi), maka dari itu prosesnya memerlukan manajemen. Tidak cukup membangun institusi dengan modal berani dan mental “yang penting action” saja. Tanpa disiplin manajemen, entrepreneur akan gagal mengungkit peluang yang dimilikinya. Manajemen adalah sumber dari keteraturan, tanpanya startup akan mengalami kekacauan.

Hanya saja, manajemen yang diperlukan untuk membangun startup berbeda dengan manajemen tradisional. Apa yang dipelajari di kelas MBA belum tentu tepat diterapkan di dunia startup. Membangun startup memerlukan sebuah tipe manajemen baru. Tipe manajemen baru inilah yang kemudian dikenal dengan istilah Lean Startup.

Sebagaimana sudah saya bahas di artikel sebelumnya, Lean Startup adalah sebuah metodologi untuk mengaplikasikan lean thinking pada sebuah proses inovasi. Lean startup menggabungkan iterasi yang cepat, insight dari konsumen, visi dan ambisi yang besar dalam waktu yang sama.

Salah satu kunci utama dalam lean thinking adalah mendapatkan feedback loop pembelajaran dengan cepat. Sehingga entrepreneur dapat memutuskan apakah akan tetap di jalur yang sama atau melakukan pivot – banting stir untuk belok arah. Ya, membangun startup lebih mirip dengan menyetir mobil daripada meluncurkan sebuah roket.

Untuk meluncurkan sebuah roket, kita perlu menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk menganalisis, merencanakan dan membangun sebuah “produk jadi” dengan seminimal mungkin potensi gagalnya. Mengapa ini penting? Karena pada saat sudah diluncurkan, kita tidak dapat mengendalikan roket tersebut. Waktu yang diperlukan di tahap awal ini sangat panjang, biaya yang dibutuhkan pun sangat besar, risiko kegagalan setelah “produk” diluncurkan pun sangat tinggi. Entreprenur tradisional menggunakan pendekatan semacam ini ketika meluncurkan bisnisnya. Pendekatannya “all or nothing” – sukses besar atau gagal binasa. Mereka mempertaruhkan segalanya di produk mereka – uang, waktu, ide dan harga diri. Ketika produknya gagal menyerap pangsa pasar yang memadai segala yang mereka pertaruhkan pun ikut hilang.

Berbeda dengan entrepreneur yang menggunakan pendekatan lean startup. Mereka menjalankan startup seperti menyetir sebuah mobil. Saat menyetir mobil, Anda tahu kemana Anda akan menuju namun di sepanjang perjalanan, Anda mungkin juga sudah punya rute yang akan Anda lalui. Namun, saat ada “hambatan” di rute yang Anda lalui, Anda akan senang hati untuk mengubah rute, banting stir, putar haluan, balik arah. Semua perubahan ini dilakukan agar Anda dapat mencapai tujuan Anda.

Maka, dalam dunia startup perubahan adalah hal yang konstan. Kita perlu melekat dengan visi kita namun tetap fleksibel dengan strategi yang kita gunakan dan produk yang kita ciptakan. Ada waktunya kita tekun (presverance) ada pula waktunya kita mengubah arah (pivot). Setiap hambatan yang kita hadapi dalam perjalanan menuju visi kita adalah data yang memberi tahu kita harus kemana. Saat hambatan ada di depan mata, lakukan pivot – belok arah, ubah dan sesuaikan strategi yang kita gunakan. Produk hanyalah perwujudan dari strategi kita. Jangan melekat pada produk yang kita lahirkan sendiri. Terbukalah pada perubahan dan penyesuaian. Dengan demikian kita akan menghasilkan produk yang teroptimasi dan tervalidasi. Produk yang mencerminkan gairah kita sekaligus produk yang diinginkan oleh pasar. Dengan demikian, startup kita akan mampu bertahan hidup dan bertumbuh di dunia yang penuh dengan ketidakpastian ini.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Personal Kanban: Sistem Sederhana untuk Mendongkrak Produktivitas

Saya baru saja selesai membaca buku Personal Kanban: Mapping Work, Navigating Life. Tampilan covernya kurang menarik, namun isinya sangat menarik, sederhada dan aplikatif. Kanban...
Darmawan Aji
2 min read

Zero to One: Rahasia Memulai StartUp Sukses (2)

Dari artikel kemarin kita dapat menyimpulkan bahwa kunci sukses startup menurut Thiel adalah menciptakan bisnis/produk yang dapat memonopoli pasar. Produk yang tidak bersaing dengan...
Darmawan Aji
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *