fbpx

Emosi Vs Turun Berat Badan

2 min read

kesuksesan menurunkan berat badan dipengaruhi kondisi emosi

Tahun baru hampir menjelang. Adakah teman-teman yang berencana ingin turun berat badan di tahun mendatang ?

Sebelum memastikan resolusi tersebut, berikut ini ada sebuah penelitian yang menyebutkan jika ada kaitan erat antara upaya menurunkan berat bedan dengan emosi kita.

Dalam riset tersebut, para peneliti menemukan jika ingin mendapatkan penurunan berat badan yang bertahan lama, sangat penting bagi kita untuk memperhatikan kondisi psikologi, sebanyak kita memperhatikan kondisi fisik kita.

Kita sering mendengar jika hanya 85 dari resolusi berat badan yang terwujud.

Penelitian tersebut juga menyatakan jika 2 dari 3 orang yang mengalami penurunan berat badan sebesar 5%, seringkali malah mengalami kenaikan berat badan kembali. Sedihnya, semakin banyak kita mengalami penurunan berat badan, akan semakin sulit untuk mempertahakannya.

Bagaimana emosi mempengaruhi kesuksesan menurunkan berat badan

Menurut Diane Robinson Ph. D, seorang neuropsikolog dan direktur program Pengobatan Integratif di Orlando Health, kondisi diatas terjadi karena kebanyakan kita hanya fokus pada aspek fisik saja, misalnya diet dan olahraga.

Pada kenyataanya, kita memiliki keterkaitan secara emosional dengan makanan, yang sayangnya, keterkaitan ini seringkali kita abaikan.

Seperti saat kita mendengar kata “program menurunkan berat badan”, pikiran kita otomatis mengaitkan kata tersebut dengan serangkaian makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi, plus olahraga dengan kurun waktu tertentu. Hanya sebagian kecil saja yang mengaitkan jika kondisi psikologis juga mempengaruhi keberhasilan menurunkan berat badan.

Menurut Robinson, kondisi psikologis inilah yang membuat kita kesulitan menurunkan berat badan.

Robinson melanjutkan jika ingin menurunkan berat badan dan kemudian mempertahankannya, maka kita musti berpikir lebih dari “Apa yang kita makan”, kita juga perlu tahu, “alasan mengapa kita makan.”

Fakta ini memang lebih mudah dikatakan, dibanding dilakukan. Apalagi sejak kecil kita terbiasa terikat secara emosional dengan makanan. Seperti saat kita sedih, lelah, bahkan marah pun kita mencari kenyamanan pada makanan.

Sebagai contoh, saat merayakan hari-hari besar bukankah kita merayakannya dengan aneka makanan lezat dan spesial?

Begitu pula saat kita masih anak-anak dulu, jika kita berbuat baik, maka kita akan mendapat makanan sebagai hadiah.

Belum lagi, kenangan indah akan masakan nenek, atau orang-orang yang kita sayangi akan semakin menguatkan betapa “indahnya hubungan kita dengan makanan.”

Banyak sekali hal-hal emosional yang memang terkait dengan makanan.
Sehingga, disadari atau tidak, kita menjadikan makanan bukan sebagai pelengkap kebutuhan tubuh, tapi juga pemenuhan kebahagiaan, tempat mencari kenyamanan.

Ya, meskipun bukan hal yang salah banget, tapi kita perlu menyadarinya dan juga mengendalikannya dengan tepat. Karena setiap kali merasakan emosi seperti marah, senang, sedih, otak kita akan bereaksi yang sama terhadap makanan.

Akibatnya makanan tidak lagi menjadi sebuah kebutuhan, tapi “hadiah terindah” untuk semua emosi yang kita alami.

Mengatasi pemenuhan emosi dengan makanan

Coba deh, diingat-ingat, saat teman-teman merasa stress, apa hal pertama yang ingin dilakukan; makan es krim, nyemil sebatang coklat, atau sekantong besar keripik?

Jika hal diatas adalah kebiasaan teman-teman, maka ini saatnya teman-teman lebih aware dengan apa dan cara teman-teman makan.

Usahakan jika hendak makan, tanya ke diri sendiri, “Untuk apa aku makan, apakah karena aku benar-benar lapar? Jika jawabannya tidak, maka sebaiknya letakkan kembali makanan tersebut.

Apakah itu cukup? Tentu saja tidak, kita perlu meningkatkan kepekaan kita terhadap tubuh atas minuman dan makanan, serta memprogram pikiran dan perasaan agar dapat mengatur pola makan yang sehat.

Teman-teman dapat bergabung di kelas “Langsing Tanpa Pusing” Bersama Coach Chita mulai tanggal 17 November hingga 20 Desember 2020.

Di kelas ini teman-teman akan belajar bagaimana menurunkan berat badan dengan mengelola emotional eating kita agar mampu menjalankan pola hidup sehat tanpa pusing.

Silahkan klik tautan berikut untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran: https://wa.me/62816995281