Serendipity dalam Berkarya

Saya sudah mengajar ratusan modul pelatihan. Beberapa waktu lalu, saya tiba-tiba terpikir: “kenapa saya tidak mengubahnya jadi tulisan saja?”

Idenya lahir dari konsep content repurposing-nya Gary Vee. Konten itu bisa dikemas ulang mengikuti medianya. Video jadi audio, audio jadi teks, teks panjang jadi teks pendek. Jadi, satu bentuk konten bisa berubah jadi 3–5 bentuk konten lainnya. Kenapa saya tidak terapkan di modul-modul pelatihan saya? Tidak semua orang sempat ikut kelas, bukankah menarik jika saya juga buat versi tulisannya?

Maka, saya pun buka-buka arsip kelas tahun lalu. Ketemu satu judul yang pernah saya buat: The Learning Path. Mari kita buat versi tulisannya. Niatnya tulisan ini akan diunggah sebagai konten newsletter berbayar.

Saya pun mulai membuka modul The Learning Path di Canva sekaligus menyimak rekaman kelasnya. Setiap hari, saya sisihkan 1–2 jam untuk mengubah poin-poin di slide menjadi tulisan yang mengalir. Sesekali, saya berdiskusi dengan Claude untuk mematangkan beberapa gagasan. Tiga hari berlalu, hasilnya tidak terduga: belasan ribu kata.

Lintasan pikiran pun muncul: kok banyak ya? Apa sekalian dijadikan buku saja? Tapi dalam sekejap saya sadar, terlalu mentah untuk dijadikan buku. Meski banyak, itu baru draf kasar. Standar buku —buku fisik yang saya maksud — itu di 30.000–50.000 kata. Saya pun kembali ke niat awal: menjadikannya konten newsletter dan mulai memangkasnya. Mentok di 6.000 kata — masih terlalu panjang untuk ukuran newsletter.

Di saat yang sama, saya juga terpikir untuk optimasi Pinterest sebagai sumber trafik. Ide awalnya: unggah salah satu halaman template yang saya bagikan di kelas The Learning Path di sana lalu arahkan ke halaman opt-in newslettersaya. Namun, di tengah jalan idenya berkembang: bagaimana jika templatenya diubah ke dalam bentuk kanvas satu halaman? Sepertinya lebih menarik dan sederhana. Maka di sela-sela mengedit tulisan, saya mulai merancang Learning Path Canvas — selembar alat perencanaan satu halaman untuk menerapkan seluruh yang saya ajarkan.

Kanvas selesai. Saya puas. Setelah penyuntingan selesai, tiba-tiba ide liar datang: dijadikan ebook saja apa ya? Sepertinya menarik juga. Ebook hanya membutuhkan 5000–10.000 kata, ini sangat terjangkau. Tanpa panjang kata, selama seharian saya pun mengerjakan semua hal di luar rencana. Mulai dari menyusun layout, merancang cover, mengunggahnya di Google Play Books dan UTAS, serta meminta 30 alumni kelas untuk memberi umpan balik terkait ebook yang lahir mendadak ini.

Hari ini, 21 hari berlalu, sudah hampir 100 orang yang mendapatkan manfaat dari ebook ini. Ebook yang lahir tanpa kesengajaan — sebuah serendipity

Saya jadi teringat sebuah konsep dalam biologi evolusioner: the adjacent possible. Sebuah evolusi (atau inovasi) tidak lahir dalam bentuk lompatan tiba-tiba; ia datang dari kombinasi ulang ide-ide, teknologi, atau pengetahuan yang sudah ada sebelumnya.

 — 

Ebook The Learning Path tersedia di Google Play: 

https://play.google.com/store/books/details?id=AATeEQAAQBAJ

Jika lebih suka dalam format PDF, bisa beli di sini: https://ajipedia.com/etlp

Silakan pilih mau pakai platform yang mana. Suka-suka.

Join Newsletter

Dapatkan catatan hidup, pelajaran berharga, dan ide-ide sederhana yang bisa kamu bawa pulang setiap Sabtu pagi. Gratis.

Inner Circle Subscription

Leave a Reply

Scroll to Top