fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Menulis Tanpa Hambatan dengan Hypnowriting

1 min read

Dalam dunia kepenulisan, ada istilah yang dikenal dengan “writing block.” Makhluk apakah itu? Writing block adalah sebuah hambatan mental untuk menulis. Keadaan saat kita stuck tidak kepikiran mau menuliskan apa. Hal ini lumrah dialami oleh siapa saja yang terlibat dalam tulis menulis. Entah ketika Anda menulis artikel atau menulis copywriting untuk mempromosikan produk Anda.

Biasanya situasinya seperti ini. Anda buka laptop, mulai menyentuhkan jari-jari Anda di keypad, berniat untuk menuliskan sesuatu tapi tiba-tiba blank! Pikiran Anda tiba-tiba kosong, otak Anda seakan-akan beku. Mirip seperti lidah yang kelu sulit mengucapkan apapun, tangan Anda pun kelu sulit menuliskan apapun.

Bila situasi seperti ini terjadi, apa yang perlu kita lakukan? Saya akan membedahnya dari sudut pandang Hypnowriting.

Pertama, akses pikiran kreatif Anda. Menulis, mengarang, dan mencipta adalah aktivitas yang muncul dari pikiran kreatif (bawah sadar; unconscious) kita. Pikiran bawah sadar akan dapat diakses bila kita masuk ke dalam kondisi rileks – tanpa beban. Caranya bagaimana? Duduk dengan nyaman, pejakan mata, kendurkan otot bahu Anda, tarik nafas yang panjang dan hembuskan perlahan-lahan. Lakukan ritual ini selama 1-2 menit dan pikiran kreatif Anda siap membantu Anda.

Kedua, fokuslah menulis tanpa gangguan sedikitpun. Matikan semua notifikasi di laptop dan handphone Anda. Kondisikan orang di sekitar Anda. Berkomitmenlah menulis tanpa gangguan minimal selama 25 menit. Bila pikiran Anda melayang terlintas sesuatu, tuliskan lintasan pikiran tersebut di catatan terpisah, lalu kembalilah fokus ke tulisan Anda.

Ketiga, jangan campurkan kegiatan mengkreasi tulisan dengan mengeditnya. Pada saat menulis, tulislah sebanyak-banyaknya tanpa perlu memikirkan benar atau salah, bagus atau jelek, menarik atau tidak. Fokuslah ke kuantitas. Menulis adalah kegiatan yang muncul dari pikiran kreatif sementara mengedit adalah kegiatan yang muncul dari pikiran kritis (sadar; conscious). Kita tidak dapat menggabungkannya dalam satu kegiatan bersamaan.

Keempat, jika Anda mentok tuliskan apapun yang terpikir saat Anda mentok. Misalnya: Duh, saya bingung mau nulis apa lagi ya? Kok nggak kepikiran nulis apa? Nanti kalau orang bilang tulisan saya jelek bagaimana? dan seterusnya. Tuliskan apapun yang muncul, karena sesungguhnya pikiran tidak pernah kosong, ia hanya terisi oleh hal-hal lain. Tuliskan saja, Anda bisa mengeditnya nanti.

Inilah empat tips menulis tanpa hambatan ala Hypnowriting, semoga bermanfaat.

P.S. Hypnowriting memiliki dua makna. Pertama, Hypnotic Writing. Kedua, Hypnotic Copywriting. Dalam artikel ini, saya menggunakan makna yang pertama.
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Setelah Ikut Workshop Hypnowriting, Lalu Apa?

Katakanlah akhirnya Anda ikut Workshop Hypnowriting yang saya selenggarakan. Entah di Bandung Sabtu besok, di Jakarta Sabtu depan, atau di Jogja, Malang, Surabaya dan...
Darmawan Aji
1 min read

Ketika Saya Mentok dalam Menulis

Sudah 30 menit saya duduk di depan laptop dan belum menulis satu kata pun. Coba memunculkan ide, namun tidak ada satu ide pun yang...
Darmawan Aji
1 min read

Rasa Bahasa

Pagi tadi saya menemukan artikel menarik yang ditulis oleh Andre Moller di salah satu surat kabar. Andre Moller ini orang Swedia, penulis kamus Swedia-Indonesia....
Darmawan Aji
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *