fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Tiga Pertanyaan dalam Merencanakan Hidup

1 min read

“Jika Anda tidak mengetahui apa yang Anda lakukan, Anda tidak akan tahu kapan Anda harus berhenti.” ~anonim

Merencanakan hidup (Life Planning) itu seperti merencanakan sebuah perjalanan. Anda perlu:

  • Menyadari posisi Anda saat ini
  • Memutuskan Anda mau pergi kemana
  • Mulai bergerak menuju tujuan Anda

Tanpa tiga hal ini, Anda akan bergerak tanpa arah, salah memperkirakan jarak tempuh dan bekal yang perlu dibawa, atau tidak pergi kemana-mana.

life-plan-tiga-pertanyaan-dalam-merencanakan-hidup

Masalahnya adalah, hidup itu seperti naik kendaraan yang terus bergerak. Mau tidak mau Anda akan semakin tua, semakin berumur. Jika Anda tidak menjadi pengemudinya, Anda akan dibawa oleh orang lain ke tempat yang belum tentu Anda suka. Jika Anda tidak menetapkan arah, kendaraan ini akan bergerak entah kemana.

Ambil alih kemudi dan kendali hidup Anda, mulai dengan tiga pertanyaan berikut ini.

Dimana posisi saya saat ini?

Pertanyaan ini menyadarkan kita pada situasi kita saat ini. Hasil-hasil apa saja yang sudah kita capai, kondisi hidup kita, peran-peran yang kita jalankan, tugas dan pekerjaan yang kita lakukan saat ini. Pertanyaan ini penting, karena kita tidak akan tahu apa yang perlu kita lakukan bila kita tidak tahu posisi kita dimana saat ini.

Untuk mengenali posisi kita saat ini diperlukan keberanian dan kejujuran. Keberanian dan kejujuran untuk melihat situasi kita sendiri, keberanian dan kejujuran untuk mengakui situasi kita. Tanpa keduanya, kita tidak akan dapat memahami posisi kita dengan jelas.

Tidak mungkin kita dapat mengubah keadaan kita jika kita masih menyangkal kenyataan saat ini.

Kemana saya ingin menuju?

Seperti perjalanan, setelah mengetahui posisi sekarang maka selanjutnya kita perlu tahu tujuan kita. Saya ingin pergi ke arah mana? Kemana persisnya? Kenapa ke sana bukan ke tempat lain? Pertanyaan-pertanyaan ini akan mengklarifikasi tujuan kita. Dimana posisi yang kita inginkan 10 tahun yang akan datang? 5 tahun yang akan datang? Setahun yang akan datang?

Dengan mengetahui posisi kita saat ini dan kemana ingin menuju, kita akan memahami berapa lama jarak yang perlu kita tempuh dan bekal apa saja yang perlu kita siapkan.

Bagaimana membawa saya dari sini ke sana?

Untuk menuju ke tempat yang kita inginkan, kita perlu menetapkan rute perjalanannya. Semakin jelas yang kita tuju, semakin mudah kita menetapkan rute perjalanannya. Semakin jelas rute perjalanannya, semakin mudah kita mengambil keputusan saat dihadapkan dengan persimpangan jalan.

“Sibuk saja tidaklah cukup… yang menjadi masalah adalah: Kita sedang sibuk dengan apa?” ~Henry David Thoreau

Artikel terkait: Lima Langkah Menjadikan Tahun Terbaik klik di sini.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.