2016: Tahun Pondasi, Jam Terbang, dan Titik Balik

Kalau dipikir-pikir, 2016 itu sudah 10 tahun yang lalu. Waktu yang cukup panjang. Namun, kenapa rasanya begitu singkat?

Mengamati tren #2016 saya pun tertarik menggali catatan mengenai apa saja yang saya alami di tahun itu.

Mari kita mulai.

Terobsesi Coaching

Tahun 2016 merupakan tahun ketiga saya memimpin Indonesia NLP Society chapter Bandung dan obsesi saya terhadap coaching (terutama NLP Coaching) makin memuncak. Setelah di tahun sebelumnya saya mendalami Ericksonian Coaching, di tahun ini saya melengkapinya dengan sertifikasi Professional NLP Coach (INLPS) dan Coaching Genius (Neuro Semantics).

Belajar coaching tidak cukup hanya lewat kelas. Jadi di masa itu, saya berkomitmen: tiada pekan tanpa praktik 1 on 1 dengan klien. Keyakinan saya menguat saat dipercaya mengcoaching atlit tenis Australia, Olivia Tjandramulia.

Privilese “Nyantrik”

Salah satu rezeki terbesar saya di 2016 adalah genap satu tahun bermitra dengan Pak Laksita Utama Suhud, CEO Balai Kartini. Memasarkan buku beliau, 10 Greatest Advertising Secrets, memberi saya akses untuk nyantrik — belajar langsung dari sang ahli, mengenai pemasaran dan penjualan.

Bagi saya, nyantrik adalah jalan pintas terbaik. Kita tidak belajar dari teori di awang-awang, melainkan menyerap best-practice dari pengalaman nyata sang mentor. Ini adalah privilese yang tak ternilai.

Membangun Jam Terbang

Selain ke pak Laksita, ini juga tahun ketiga saya nyantrik ke alm. Kang Isman dan pak Hartono Zhuang. Ialah dengan menjadi associate trainer di lembaga konsultan mereka: Trainindo.

Di sinilah, saya mengumpulkan jam terbang. Saya mulai dipercaya untuk handle klien-klien besar. Mulai dari KOICA, LKPP, BRI, sampai Kementerian ESDM. Momen bersejarah pun tercipta: untuk pertama kalinya saya ditugaskan training ke luar Jawa (Makassar, Palembang, Manado). Oya, saya juga dipercaya mengampu beberapa training publik: Black Belt TrainerCompetency Training PractitionerConstructive Learning Methods, dsb.

Kelas Online

Di sela-sela kesibukan offline, saya mulai merintis lembaga pelatihan sendiri, waktu itu namanya Transforlife (sekarang: Motiva). Karena belum zamannya Zoom, saya bereksperimen dengan tren saat itu: Kuliah Whatsapp. Tiga judul training lahir di sini: Instant Influence, Hypnoselling, Hypnowriting.

Kelas berbasis teks ini, alhamdulillah, disambut baik oleh ratusan peserta. Tanpa sadar, proses menulis materi ini menjadi tabungan aset. Materi-materi inilah yang kelak berevolusi menjadi buku fisik: Hypnowriting & Hypnoselling.

Disiplin Menulis

Tahun 2016 juga menjadi tahun yang produktif dalam menulis. Saya mencatat, ada 53 artikel tentang produktivitas yangsaya unggah di blog darmawanaji.com. Saat itu saya cuma nulis, nggak tahu mau jadi apa. Siapa sangka, kumpulan artikel inilah yang  kelak menjadi isi buku Productivity Hacks.

Saya merasa, semua sudah diatur oleh Allah. Mengapa? Karena semua tabungan tulisan ini menjadi modal awal saat “titik balik” itu datang.

Memento Mori

Memento mori adalah frasa Latin yang berarti “ingatlah bahwa kamu pasti mati.” Di tahun 2016 ini, saya diingatkan pada kematian. Guru saya, Pak Yan Nurindra, berpulang. Senior saya, mas Ronny FR, terkena stroke. Dan kawan saya Dewa Eka Prayoga, sakit parah tanpa sebab yang jelas.

Tiga peristiwa ini menyadarkan saya: Saya tidak bisa selamanya menukar waktu dengan uang. Maka, saya pun berpikir. Apa produk yang bisa saya bangun? Produk yang bisa dijual tanpa kehadiran saya?

Di sinilah skenario Allah bekerja. Kenapa saya tidak buat buku dan produk digital saja dari  kulwa dan artikel blog yang sudah saya kumpulkan sebelumnya?

Refleksi 10 Tahun

Melihat kembali ke 2016 dari kacamata 2026, membuat saya sadar bahwa konsistensi kecil dapat melahirkan dampak besar. Tulisan di blog, kuliah via WhatsApp, dan jam terbang keliling daerah adalah fondasi yang menopang karier saya hari ini.

Apa yang kamu “tumpuk” hari ini (tulisan, skill, network), 10 tahun lagi akan jadi modal besarmu. Gimana cerita 2016 kalian?

Join Newsletter

Dapatkan catatan hidup, pelajaran berharga, dan ide-ide sederhana yang bisa kamu bawa pulang setiap Sabtu pagi. Gratis.

Inner Circle Subscription

Leave a Reply

Scroll to Top