fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Ubah Mindset Anda

1 min read

“Saya mah gaptek”

“Aduh, saya mah nggak bakat”

“Sama yang lain saja, saya nggak ngerti yang gituan”

Kalimat-kalimat di atas khas dilontarkan oleh seseorang yang memiliki Fixed Mindset saat ia diminta melakukan sebuah aktivitas yang tidak dikuasainya. Sementara dia belum mencobanya. Belum berusaha mempelajarinya. Sebagai catatan, saya tidak sedang berbicara tentang fokus dan batasan ya, saya bicara tentang sikap mental dan pola pikir saat kita menghadapi sebuah kesulitan.

ubah-mindset-anda

Kadangkala, kita mengucapkan kalimat-kalimat di atas ke diri kita sendiri (Self-Talk) tanpa kita sadari. Sebagai sebuah penilaian kepada diri sendiri.  Self-Talk seperti ini pada akhirnya membatasi potensi. Lalu, bagaimaa dengan pemilik Growth Mindset? Apa yang mereka katakan pada diri mereka sendiri saat menghadapi kesulitan? Mereka tidak menjadikan kesulitan itu sebagai sesuatu yang personal dan permanen. Mereka meyakini bahwa kesulitan tersebut dapat mereka atasi bila mereka belajar dan berlatih lebih tekun. Mari, kita simak contoh-contoh berikut ini.

  • Saat seorang Fixed Mindset berpikir “Saya menyerah,” maka Growth Mindset berpikir “Saya akan gunakan cara yang berbeda”
  • Saat seorang Fixed Mindset berpikir “Ini terlalu sulit,” maka Growth Mindset berpikir “Ini hanya perlu waktu dan usaha lebih lama”
  • Saat seorang Fixed Mindset berpikir “Saya gaptek,” maka Growth Mindset berpikir “Saya akan belajar”
  • Saat seorang Fixed Mindset berpikir “Saya nggak ngerti matematika,” maka Growth Mindset berpikir “Saya akan melatih otak saya supaya ngerti matematika”
  • Saat seorang Fixed Mindset berpikir “Tuh kan hasilnya nggak bagus, saya memang nggak bakat” maka Growth Mindset berpikir “Apa yang terlewat?”
  • Saat seorang Fixed Mindset berpikir “Dia jago banget, saya nggak akan bisa sejago dia” maka Growth Mindset berpikir “Saya akan mencari tahu bagaimana cara dia melakukannya”
  • Saat seorang Fixed Mindset berpikir “Ini sudah cukup bagus,” maka Growth Mindset berpikir “Apakah ini benar-benar hasil terbaik yang saya bisa lakukan?”
  • Saat seorang Fixed Mindset berpikir “Saya memang hebat di bidang ini,” maka Growth Mindset berpikir “Saya melakukan ini sesuai dengan cara yang tepat sehingga hasilnya bagus”

Perhatikan ini adalah tentang sikap mental dan pola pikir. Fixed Mindset menyerah sebelum mencoba, berhenti sebelum berusaha. Sementara Growth Mindset, mau mencoba, berusaha, dan bekerja keras dalam jangka waktu yang lebih panjang. Growth Mindset sepertinya sangat terkait dengan Grit, sebuah sifat yang mempengaruhi kesuksesan seseorang.

“Challenges are what make life interesting. Overcoming them is what makes life meaningful.” ~Joshua J. Marine

 

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.