fbpx

Tips Mengalahkan Penundaan untuk si Perfeksionis

1 min read

mengatasi penundaan untuk si perfeksionis

Apa yang ada di pikiran teman-teman saat mendengar kata perfeksionis; bangga atau malah merasa jengkel?

Sebutan perfeksionis memang bisa bermata dua. Jika bicara tentang pencapaian atau kualitas pekerjaan perfeksionis memang keren.

Namun ketika terkait dengan produktivitas, sebutan ini menjadi salah satu alasan teman-teman menunda menyelesaikan pekerjaan yang sudah direncanakan alias prokrastinasi.

Oya, kecenderungan ingin serba sempurna ini kadang tidak kita sadari, lho, bahkan sering membuat kita menolak disebut sebagai seorang perfeksionis.

Tapi bila ketiga kebiasaan di bawah ini ada dalam keseharian kita, ada kemungkinan perfeksionisme telah menempel dalam keseharian kita.

  • Lebih suka menunggu waktu yang tepat untuk melakukan atau membuat keputusan penting
  • Selalu menghindari membuat kesalahan
  • Selalu butuh tambahan waktu untuk mengerjakan apapun

Dalam banyak hal, ketiga hal di atas tentu penting dan perlu untuk dipertimbangkan. Tapi perlu diingat, hidup kita ini (termasuk pekerjaan tentu saja) lebih sering memperhatikan outcomes, hasil dari aktivitas yang kita lakukan.

Dan sebagai seorang perfeksionis, outcomes biasanya akan kita peroleh “nanti”, “suatu hari” alias “kapan-kapan”.

Apakah sempurna sesuatu yang benar-benar berharga?

Sebuah penelitian yang diunggah dalam situs Science Direct menyebutkan jika perfeksionis terkait erat dengan depresi dan rasa rendah diri.

Wajar jika tipe perfeksionis sering merasa takut membuat salah, selalu khawatir, dan ragu-ragu. Hasil akhirnya adalah ketidaktegasan yang berujung pada penundaan.

Ada dua tipe perfeksionis,

  1. Tipe yang tidak akan pernah memulai sebelum sempurna (waktu yang tepat, alat yang tepat, rencana yang tepat, dan seterusnya).
  2. Tipe yang sudah mulai, tapi selalu menginginkan hasil dengan standar yang tinggi. Tipe ini biasanya sudah menetapkan standar, bekerja keras mencapainya; namun karena standar yang ditetapkan terlalu tinggi, pada akhirnya hanya menemui satu kegagalan ke kegagalan berikutnya.

Bisa teman-teman tebak apa hasil dari kedua tipe tersebut; kecemasan, khawatir, depresi, benci kepada diri sendiri, dan sikap negatif lain yang biasanya semakin membuat penderitanya memilih menghindari atau menunda menyelesaikan masalah/ tugas yang dihadapi.

Trik mengatasi penundaan untuk si perfeksionis

#1. Ubah cara pandang

Salah satu sebab seorang perfeksionis enggan memulai, adalah penilaian orang lain. Karena itu, penting untuk mengubah cara pandang terhadap hasil atau kondisi yang diharapkan.

Sadari jika sebetulnya, semua orang sudah sibuk dengan urusannya masing-masing. Sehingga mereka tidak begitu peduli dengan kesalahan kecil yang mungkin teman-teman lakukan.

#2. Belajar memahami kata “cukup”

Punya banyak ide, tapi kondisi terasa tidak sempurna untuk memulai? Coba mulai biasakan diri dengan kata cukup. Akan selalu ada ruang untuk perbaikan esok hari, dan hanya Tuhan saja yang memiliki semua kesempurnaan.

#3. Sadari jika waktu kita terbatas

Kebiasaan menunda terjadi karena kita merasa kita masih punya banyak waktu untuk menyelesaiakan tugas tersebut.

Solusinya coba lakukan pecah tugas menjadi beberapa sub-tugas. Kemudian cobalah fokus selama beberapa menit atau gunakan teknik pomodoro untuk mengerjakan satu tugas kecil.

Tips mengatasi penundaan untuk tipe perfeksionis

Seperti juga aktivitas produktif lainnya, mengatasi penundaan juga membutuhkan waktu.

Karena itu jangan putus asa jika keinginan menunda masih terus datang. Jangan terlalu memaksakan diri, tapi teruslah membuat kemajuan setiap hari. Bila hari telah berusaha mengatasi 1 sub tugas yang ingin ditunda, maka usahakan besok mengatasi 2 sub tugas.

Jika ingin lebih terarah mengatasi keinginan menunda ini, teman-teman bisa bergabung di kelas Anti Penundaan yang Insya Allah akan dimulai tanggal 5 April nanti.

Di kelas ini teman-teman tidak hanya akan belajar mengatasi masalah penundaan, tapi juga membangun sistem yang membantu mengatasi masalah penundaan.

Silahkan kunjungi tautan berikut, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *