fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Sleep Hacking: Rahasia Tidur Sehat dan Bangun Bugar

1 min read

Tidak bisa disangkal, tidur adalah kebutuhan manusia. Tidur mengistirahatkan tubuh, memantapkan memori dan mengembalikan kebugaran kita. Sayangnya, banyak dari kita yang tidak dapat tidur dengan optimal. Efeknya, kita bangun dalam keadaan tidak segar, tidak bugar. Bawaannya mengantuk sepanjang hari. Ini artinya tidur kita belum memberikan efek istirahat yang kita harapkan. Kunci produktivitas di siang hari adalah tidur yang nyenyak di malam hari.

Mengapa kita sulit tidur?

Kita awali bahasan dengan tiga penyebab kenapa kita sulit tidur. Karena kesulitan untuk tidur akan berdampak pada kualitas tidur kita.

Penyebab pertama, stress. Ketika dilanda stress, tubuh dan pikiran kita masuk dalam mode terjaga dan waspada. Wajar bila kita akhirnya sulit untuk tertidur.

Penyebab kedua, paparan cahaya biru dari monitor TV, HP atau komputer. Otak biasanya terpapar cahaya biru di siang hari, ini adalah hal yang normal. Cahaya biru membuat otak kita terjaga karena ia menekan melatonin – hormon tidur kita. Bila di malam hari kita terpapar cahaya biru, otak akan mengira sekarang masih siang hari dan bukan waktunya tidur. Akhirnya kita sulit untuk tertidur.

Penyebab ketiga, makan mendekati waktu tidur. Makan sebelum tidur menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Makan sebelum tidur juga membuat saat kita terbangun dari tidur merasa lelah. Ini dikarenakan tubuh harus bekerja mengolah makanan selama kita tidur.

Repotnya, sulit tidur akan menciptakan lingkaran setan.

  • Anda sulit tidur
  • Anda merasa stress dan kelelahan sepanjang hari
  • Anda mengkompensasinya dengan kebiasaan buruk: makan junk food, nonton film via streaming, enggan berolahraga dst
  • Akibatnya Anda sulit untuk tidur (lagi) dan seterusnya.

Lalu, bagaimana agar kita bisa tidur dengan baik?

Pertama, perhatikan hal ini:

  • Lakukan olahraga secara teratur.
  • Hindari minum kopi setelah jam 4 sore.
  • Banyak minum air putih.
  • Tetapkan batas jam kerja Anda (terutama bagi para freelancer, ini penting).
  • Berhenti makan besar minimal 3 jam sebelum tidur.
  • Usahakan tidur di jam yang sama setiap hari.

Kedua, lakukan persiapan (setidaknya 90 menit sebelum waktu tidur)

  • Rapikan kamar tidur agar nyaman.
  • Matikan lampu. Ciptakan suasana gelap di rumah.
  • Hindari layar gadget.
  • Simpan semua alat elektronik di luar kamar tidur.

Ketiga, ciptakan ritual sebelum tidur.

  • Gosok gigi, cuci tangan dan kaki (berwudhu bagi yang muslim).
  • Tuliskan segala sesuatu yang terlintas di dalam benak Anda: refleksi harian, apa yang perlu dikerjakan besok dll.
  • Lakukan aktivitas yang menenangkan. Misalnya: mendengarkan musik rileks, membaca buku fiksi, mandi air hangat dsb.
  • Bersyukur atas hari ini.
  • Berdo’a.

Berapa jam yang diperlukan untuk tidur?

National Sleep Fondation menyebutkan bahwa kebutuhan tidur setiap individu sangat berbeda. Berdasarkan risetnya, jam tidur yang diperlukan oleh orang dewasa bervariasi antara 7 sampai 9 jam per hari. Namun, penelitian lain yang dipimpin oleh Dr. Daniel F. Kripke menyebutkan bahwa tidur 6.5 jam per hari sudah cukup. Bahkan orang yang tidur 6.5 jam per hari memiliki risiko kematian lebih rendah daripada yang tidur 8 jam per hari. Tidur terlalu banyak buruk bagi kesehatan. Jereme Siegel, peneliti tidur di Universitas California pun menyebutkan bahwa secara manusia sebelum zaman elektronik hanya tidur 6-7 jam per hari dan mereka sangat sehat. Sementara itu menurut ust Adi Hidayat, Rasulullah kemungkinan hanya tidur 6 jam per hari (tidur setelah isya, bangun sepertiga malam). Kesimpulannya? Tidur 6-7 jam per hari sudah memadai.

Selamat tidur, selamat beristirahat!

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.