fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Ringkasan Buku The One Thing karya Gary Keller

4 min read

“Jika kita mengejar dua kelinci sekaligus, kita tidak akan mendapatkan keduanya” — Pepatah Rusia

Buku The One Thing ini adalah salah satu buku favorit saya. Buku yang mengingatkan diri saya untuk fokus pada satu hal terpenting dan mengabaikan hal-hal lainnya yang bisa mendistraksinya.

Pentingnya Fokus pada SATU HAL

Setiap kesuksesan, di bidang apapun, memerlukan fokus. Sukses akan datang ketika kita melakukan sedikit hal dengan lebih baik. Kesuksesan selalu berbanding lurus dengan fokus kita. Kita akan mengalami kesuksesan besar saat kita memfokuskan energi saya ke satu hal saja. Sementara itu, pada saat kita menyebarkan energi kita ke banyak hal sekaligus kita akan mengalami kegagalan. Mengapa? Karena masing-masing hal hanya mendapatkan porsi yang sedikit dari energi dan perhatian kita.

Setiap orang dan bisnis yang sukses meninggalkan jejak. Perhatikan bisnis yang sukses. Mereka fokus pada satu hal. Satu produk, satu layanan pada satu waktu. Apple dengan mac-nya (kemudian lanjut ke ipod, iphone, dan ipad). Southwest Airlines dengan penerbangan murahnya. Perhatikan orang-orang yang sukses. Mereka fokus pada satu hal. Bill Gates dengan Microsoft-nya. Russell Brunson dengan ClickFunnel-nya. Marshal Goldsmith dengan leadership coaching-nya.

Sayangnya, fokus pada satu hal tidaklah mudah. Kita tergoda oleh “kebohongan-kebohongan” tentang sukses. Menurut penulis, setidaknya ada enam kebohongan tentang sukses yang kita yakini sebagai kebenaran.

Pertama, semua hal bernilai setara

Bila kita meyakini hal ini, kita akan terjebak to do list tanpa akhir. To do list ini tidak akan pernah berakhir, justru semakin panjang setiap berganti hari. Ini terjadi karena kita menuliskan semua pekerjaan yang mungkin dan bisa kita lakukan. Kita mencampurkan antara apa yang mungkin dilakukan, bisa dilakukan dan harus dilakukan. Bila ingin sukses, fokuslah pada hal yang harus dilakukan dan lupakan sisanya.

Memang, ketika semua hal bersifat penting dan mendesak, semua terasa setara. Kenyataannya tidak demikian. Ada hal yang benar-benar penting dan itu sedikit. Sebagian besar hal lainnya adalah hal yang tidak penting, hal yang remeh temeh. Joseph Juran mengistilahkannya dengan vital fewdan trivial many. Seperti yang prinsip Pareto katakan, 80% hasil yang kita dapatkan hanya berasal dari 20% usaha kita. Vital few yang 20% inilah the most important thing kita.

Kedua, multitasking mempercepat pekerjaan

Ini juga mitos. Faktanya, tidak ada yang namanya multitasking. Apa yang kita sebut dengan multitasking sebenarnya bukan benar-benar multitasking. Kita hanya berpindah dari satu fokus ke fokus lainnya.

Tentu saja, ada hal yang harus dibayar dengan melakukan multitasking seperti ini. Mulai dari pekerjaan yang justru selesai lebih lama, keputusan buruk yang dihasilkan, meningkatnya risiko kesalahan, hasil kerja berkualitas rendah, sampai potensi munculnya stress yang mengganggu.

Untuk sukses kita perlu meluangkan waktu untuk fokus mengerjakan satu hal. The most important thing, satu hal yang terpenting dalam pekerjaan/bisnis/hidup kita.

Ketiga, sukses memerlukan kedisiplinan

Kita tidak perlu disiplin untuk sukses. Orang sukses terlihat disiplin, padahal belum tentu demikian. Mereka memiliki kebiasaan sukses yang membuat mereka terlihat seperti orang yang disiplin. Jadi, bangunlah kebiasaan sukses bukan kedisiplinan. Kita hanya memerlukan disiplin sampai kebiasaan terbentuk. Orang sukses berhasil karena ia menjadikan the most important thing-nya sebagai kebiasaan. Mereka melakukannya secara fokus setiap hari.

Keempat, kita memiliki willpower tak terbatas

Ini juga mitos. Willpower bekerja seperti baterai. Di awal hari, levelnya ada di atas. Di akhir hari levelnya berkurang drastis. Kita hanya mampu fokus dan mengambil keputusan baik saat level willpower di atas.

Willpower adalah bahan bakar di otak yang kita perlukan untuk:

  • Memulai perilaku baru;
  • Menahan godaan;
  • Berusaha fokus;
  • Menahan emosi;
  • Mengerjakan sesuatu yang tidak disukai;
  • Melawan ketakutan
  • Memilih long-term benefit dibanding short-term benefit.

Maka, gunakanlah willpower secara bijak. Saat willpower berada di puncak. Gunakan untuk mengerjakan satu hal Anda. The most important thingAnda.

Kelima, keseimbangan hidup itu ada, perlu dan baik

Hidup seimbang artinya hidup rata-rata. Sukses yang luar biasa membutuhkan fokus dan ketidakseimbangan yang disengaja. Maka, tak perlu mengejar keseimbangan. Apa yang perlu kita lakukan adalah “menyeimbangkan” — counterbalancing. Satu waktu fokus habis-habisan pada pekerjaan. Satu waktu fokus habis-habisan untuk kehidupan pribadi.

Keenam, besar itu buruk

Inilah sebabnya kita takut menjadi besar, bertindak besar, berpikir besar. Padahal, besar bisa baik, kecil bisa buruk. Besar-kecil tidak terkait dengan baik-buruk. Mimpikanlah hasil besar. Awali dengan berpikir besar. Lanjutkan dengan bertindak besar.

Focusing Question

Kunci sukses adalah melakukan sesuatu lebih sedikit lebih baik. Lakukan satu hal ini dengan fokus dan abaikan hal-hal lain yang mendistraksinya. Untuk itulah, kita perlu membiasakan diri untuk memfokuskan pikiran pada satu hal kita. Satu hal terpenting dalam hidup kita. Satu hal yang bila dilakukan akan membuat kita lebih mudah dalam melakukan hal-hal lainnya. Inilah pentingnya focusing question — pertanyaan untuk berfokus.

Pertanyaan menentukan jawaban. Pertanyaan yang salah menghasilkan jawaban yang salah. Pertanyaan yang tepat menghasilkan jawaban yang tepat. Pertanyaan yang hebat menghasilkan jawaban yang hebat.

Sayangnya, kita sibuk mencari jawaban. Namun tidak pernah benar-benar memikirkan pertanyaan yang kita ajukan.

Gunakan pertanyaan berikut untuk mengarahkan fokus kita:

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan yang dengan melakukannya segala sesuatu lainnya menjadi lebih mudah atau bahkan tidak diperlukan?”

Pertanyaan ini menggabungkan dua hal: gambaran besar (“Apa SATU HAL saya?”) dan fokus kecil (“Apa SATU HAL saya saat ini?”)

Kita pun bisa mengajukan focusing question ini di setiap area kehidupan kita.

Spiritual

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk membantu orang lain?”

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan?”

Kesehatan

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk mencapai target diet saya?”

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk memastikan saya berolahraga?”

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk melepaskan stress saya?”

Kehidupan pribadi

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan skill saya di bidang X?”

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk menemukan waktu untuk diri saya sendiri?”

Hubungan kunci

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan hubungan saya dengan pasangan?”

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan kemauan belajar anak saya?”

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk menunjukkan apresiasi saya ke orangtua saya?”

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk membuat keluarga saya lebih kokoh?”

Pekerjaan

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk memastikan saya mencapai tujuan saya?”

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk membantu tim saya sukses?”

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan karier saya?”

Bisnis

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk membuat kami lebih kompetitif?”

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk membuat produk kami menjadi produk terbaik?”

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk membuat bisnis kita lebih menguntungkan?”

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan kita?”

Keuangan

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan kekayaan bersih saya?”

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan arus kas investasi saya?”

“Apa SATU HAL yang bisa saya lakukan untuk menghilangkan utang kartu kredit dari hidup saya?”

Sukses memerlukan waktu. Kesuksesan besar dibangun dari satu kesuksesan kecil menuju kesuksesan kecil lainnya. Temukan SATU HAL Anda. Temukan keping domino pertama Anda, dan biarkan keping domino yang terjatuh ini menghasilkan efek domino. Biarkan kesuksesan kecil Anda menghasilkan kesuksesan-kesuksesan Anda berikutnya. Sukses dibangun secara sekuensial, dan itu dibangun satu per satu. Izinkan saya mengajukan pertanyaan terakhir: “Apa SATU HAL Anda?”

Simak bahasan buku ini di channel Youtube saya berikut ini:

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *