fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Memahami Orang Lain

1 min read

Pernahkah Anda merasa frustasi dan bertanya kepada diri: mengapa orang lain tidak mendengarkan saya? Mengapa orang lain tidak membantu saya? Mengapa orang lain tidak mau mengikuti saya? Semua pertanyaan ini berkaitan dengan satu kata: “saya”. Menjalin hubungan tidaklah akan berhasil jika hanya berfokus pada pemuasan ego Anda. Menjalin hubungan bukanlah tentang Anda. Menjalin hubungan adalah tentang orang lain. Lebih banyak bicara dan memberitahu pada orang lain siapa Anda bukanlah jawabannya.

Sumber gambar: www.southdacola.com
Sumber gambar: www.southdacola.com

Maka, keterampilan pertama dalam membangun hubungan dengan orang lain adalah menerima orang lain apa adanya dan menghargai cara pandang mereka, lalu barulah kita akan mampu memahami cara berpikir mereka. Pemahaman terhadap model dunia orang lain adalah unsur penting dalam membangun kepercayaan. Pemahaman adalah jembatan antara model dunia Anda dengan model dunia orang lain.

Mengapa menerima orang lain apa adanya dan menghargai cara pandang mereka menjadi penting?

  • Pertama, karena setiap individu itu unik. Tidak ada individu yang sama persis, hatta mereka kembar siam. Setiap orang hidup dalam model dunianya sendiri. Mereka berperilaku merespon pada persepsi dan pemaknaan mereka masing-masing. Maka, menerima dan menghargai model dunia mereka menjadi hal yang wajar.
  • Kedua, kita meyakini bahwa ada niat baik di balik setiap perilaku yang mereka lakukan. Hanya saja mungkin perilaku mereka saat itu belum ekologis untuk lingkungannya. Asumsi kita, itulah pilihan terbaik yang mampu mereka lakukan berdasarkan sumberdaya yang mereka miliki saat itu.

Maka, untuk memahami orang lain dengan baik, Anda perlu memiliki sikap sebagai berikut.

  1. Minat dan ketertarikan yang tulus pada orang lain.
  2. Rasa ingin tahu tentang siapa mereka dan bagaimana mereka berpikir
  3. Kesediaan melihat dari sudut pandang orang lain
  4. Kemauan untuk mendengarkan dan mengajukan pertanyaan untuk pemahaman yang lebih baik.

Sekarang, siapkah untuk sementara Anda menyingkirkan cermin ego Anda dan melihat orang lain melalui jendela yang lebih luas?

“Untuk memakai kacamata orang lain, lepaskanlah kacamata Anda terlebih dahulu.” – anonim

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Seni Menyampaikan Umpan Balik

Di artikel yang lalu kita sudah belajar bahwa umpan balik itu penting. Kita perlu memberi umpan balik untuk meningkatkan performa seseorang, menyelaraskan harapan, dan...
Darmawan Aji
2 min read

3 Replies to “Memahami Orang Lain”

  1. Hallo mas Darmawanaji …

    Artikel ini sebenarnya membuat saya berpikir dan mengingat beberapa tahun lalu. Pertanyaan kenapa kok orang lain gak mau mendengarkan saya, kenapa kok saya seperti sendiria. percis sekali seperti yang ada pada artikel ini.

    Terimakasih artikelnya informatif sekali, semakin membaut saya sadar bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri.

Leave a Reply to Waskuri Mulia Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *