fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach. Penulis 7 buku laris: Kitab Anti Penundaan, Self-Coaching, Mindful Life, Productivity Hack, Life by Design, Hypnoselling, dan Hypnowriting. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

7 Kesalahan Fatal OKR

2 min read

photo of man touching his head

OKR (Objective & Key Results) naik daun akhir-akhir ini. Pasalnya, metode ini berhasil mengantarkan Google menjadi perusahaan yang besar namun tetap lincah. Maka, banyak perusahaan yang kemudian berusaha menduplikasi metode ini.

Sayangnya, sebagian besar mereka yang mau menerapkan OKR hanya belajar OKR setengah-setengah. Belajar OKR hanya permukaannya saja — tidak berusaha menyelami filosofi di balik OKR tersebut. Sebagian lagi berusaha meniru persis apa yang dilakukan oleh Google. Padahal sumber daya yang mereka miliki belum setara dengan Google. Akibatnya, banyak kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh mereka yang berusaha mengimplementasikan OKR ini.

Berdasar diskusi dengan klien, juga pengamatan di lapangan, saya menemukan setidaknya ada 7 KESALAHAN FATAL saat berusaha menerapkan OKR. Berikut daftarnya:

  1. Membuat OKR untuk business as usual.
  2. Mengaitkan OKR dengan insentif/bonus.
  3. Menetapkan lebih dari tiga OKR dalam satu periode.
  4. OKR hanya diketahui oleh top manajemen.
  5. OKR tidak bernyawa.
  6. Key Results tidak menunjukkan hasil.
  7. Tidak ada check-in rutin.

Mari kita bahas satu per satu.

Kesalahan #1: Membuat OKR untuk business as usual.

Business as usual adalah urusan rutin bisnis dan organisasi. Hal-hal yang bersifat operasional. OKR tidak tepat diterapkan pada hal-hal operasional, OKR adalah tools untuk membantu kita mengeksekusi tujuan yang bersifat strategis.

Kesalahan #2: Mengaitkan OKR dengan insentif/bonus.

OKR diturunkan sampai level individu dan ini menjadi sumber penilaian kinerja. OKR adalah metode goal setting untuk tim, jadi menerapkan OKR individu adalah kontraproduktif. Tidak ada OKR CEO, OKR manajer pemasaran, OKR sales supervisor. Yang ada adalah OKR organisasi, OKR divisi pemasaran, OKR tim sales.

Kesalahan #3: Menetapkan lebih dari tiga OKR dalam satu periode.

Saya melihat dalam satu organisasi mereka memiliki 5-7 OKR lalu setiap divisi juga punya 7-9 OKR. Ini adalah sumber gagalnya eksekusi.

Kesalahan #4: OKR hanya diketahui oleh top manajemen.

OKR dirahasiakan, hanya top manajemen yang tahu. Tim di bawah hanya berperan untuk mengeksekusi. Kalaupun OKR dikomunikasikan, ia tidak pernah diulang-ulang setiap pertemuan.

Kesalahan #5: OKR tidak bernyawa.

Menetapkan objective yang kering, main aman, tidak berani menetapkan sasaran yang ambisius, tidak menginspirasi tim. Bisa jadi ini terjadi karena OKR dikaitkan dengan insentif. Ada kekhawatiran bila objective terlalu ambisius maka tidak akan tercapai dan kemudian mereka gagal mendapatkan bonus.

Kesalahan #6: Key Results tidak menunjukkan hasil.

Bentuk KR-nya kebanyakan cuma sebatas aktivitas. Namanya juga Key Results, maka ia harus menunjukkan result alias hasil. Ini mungkin terjadi karena salah memahami pernyataan “Objective menjawab what, sementara Key Results menjawab how.” How di sini bukan merujuk pada “aktivitas” yang perlu dilakukan untuk mencapai objective, melainkan bagaimana kita tahu bahwa objective sudah tercapai dan bagaimana kita tahu bahwa kita berada di jalur yang benar menuju ke sana.

Kesalahan #7: Tidak ada check-in rutin.

OKR ditetapkan lalu dilupakan. Hanya menjadi pemanis di awal kuartal. Bila tidak ada check-in rutin bagaimana kita bisa memonitor kemajuan pencapaian OKR tersebut?

Inilah 7 kesalahan fatal dalam implementasi OKR. Bisa jadi masih ada kesalahan-kesalahan lain, namun 7 kesalahan inilah yang menjadi sumber kegagalan utama dalam implementasi OKR.

Pertanyaannya adalah: sudahkah kita memahami OKR secara tepat? Sudahkah kita memahami filosofi di balik metodologi OKR? Sudahkah kita paham OKR sebagai sebuah sistem bukan hanya another goal setting technique?

Bila Anda atau tim Anda membutuhkan pemahaman sekaligus praktik OKR yang tepat namun tetap kontekstual, saya mengundang Anda mengikuti workshop Certified OKR Practitioner pada 28-29 Mei 2022. Workshop ini dilakukan secara online (2 x 3 jam). Namun proses belajar tidak berhenti di sini, pasca pelatihan peserta bisa bergabung di grup komunitas alumni dan dapat mengikuti program pengayaan wawasan di sana.

Hubungi mas Danang di WA bit.ly/infokelasVP untuk mendapatkan info detailnya.

PS. Alumni kelas ini bisa melanjutkan ke program Certified OKR Coach yang akan diadakan dalam 1-2 bulan ke depan insyaallah.

Darmawan Aji Productivity Coach. Penulis 7 buku laris: Kitab Anti Penundaan, Self-Coaching, Mindful Life, Productivity Hack, Life by Design, Hypnoselling, dan Hypnowriting. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *