fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach. Penulis 7 buku laris: Kitab Anti Penundaan, Self-Coaching, Mindful Life, Productivity Hack, Life by Design, Hypnoselling, dan Hypnowriting. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

7 Cara Mengubah Pengalaman Menjadi Uang

3 min read

Di artikel ini kita akan bahas bagaimana cara mengubah pengalaman/pengetahuan/keahlian menjadi uang. Saya juga akan rekomendasikan platform yang saya gunakan untuk menjualnya. Baca secara runtut yak.

Semua orang pasti memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keahlian yang bermanfaat.Kadang, kita merasa pengetahuan, pengalaman, dan keahlian kita itu biasa saja – tidak bernilai bagi orang lain. Padahal, bisa jadi apa yang Anda miliki sebenarnya dibutuhkan dan dicari oleh orang lain.

Perhatikan hasil riset iseng saya berikut ini:

Sumber: Keyword Planner, Google Ads

Di Google, banyak orang yang mencari cara untuk daftar DANA (10K – 100K pencarian setiap bulan). Ada juga yang mencari informasi “cara serlok di WA.” Pertanyaan saya: apakah Anda memiliki keahlian ini?

Kita mungkin menganggap “cara serlok di WA” sebagai keahlian yang tidak bernilai. Namun nyatanya, setiap bulannya ada 1000-10.000x pencarian tentang tema tersebut. Artinya, informasi ini dibutuhkan oleh orang. Jadi, pengetahuan, keahlian, dan pengalaman yang kita anggap biasa sebenarnya bisa jadi dianggap bernilai oleh orang lain. 

Jika sesuatu bernilai, maka akan ada orang yang bersedia mengeluarkan uang untuk mendapatkannya. Artinya, kita bisa menjual informasi yang kita punya. Namun tentu saja, harganya bergantung dari seberapa besar persepsi orang terhadap nilainya.

Informasi tentang cara mendapatkan uang dari internet mungkin dianggap lebih bernilai daripada cara serlok di WA. Untuk mendapatkan “cara serlok di WA” mungkin seseorang hanya mau membayar dengan kuota internet dan mencarinya di Google. Namun, berbeda dengan informasi tentang cara mendapatkan uang dari internet – orang berani bayar lebih. Jika informasi tersebut dikemas dalam bentuk ebook orang mungkin mau bayar Rp. 50.000- Rp.100.000,- sementara jika dikemas dalam bentuk workshop orang akan mau bayar ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Semakin besar persepsi nilainya, semakin besar potensi harganya. Maka kuncinya adalah menemukan irisan antara apa yang Anda miliki dan apa yang dicari oleh pasar.

Lalu bagaimana mengubah apa yang kita miliki menjadi sumber penghasilan? Secara umum ada dua cara untuk menjual pengalaman, pengetahuan, dan keahlian kita. Cara pertama adalah dengan membuka jasa atau layanan konsultasi seputar keahlian kita. Cara kedua adalah dengan mengubah pengalaman dan keahlian tersebut menjadi produk digital. 

Jika kita detailkan keduanya, kita akan menemukan 7 cara untuk mengubah pengalaman Anda menjadi sumber penghasilan:

  1. Konsultasi online
  2. Dokumen
  3. Ebook
  4. Webinar
  5. Kelas online
  6. Ecourse
  7. Video tutorial

Kita bahas lebih detail 7 Jenis produk digital di atas yak.

Konsultasi online

Jika Anda punya keahlian spesifik, Anda bisa membuka layanan konsultasi online. Konselor bisa buka layanan konseling, coach bisa buka layanan coaching, konsultan keuangan bisa buka layanan konsultasi keuangan. Punya pengalaman sebagai manajer di perusahaan? Maka, kita bisa buka layanan konsultasi tentang memimpin dan mengelola tim. 

Dokumen

Kita bisa jual dokumen dalam bentuk Word, PDF, atau Excell. Isinya bisa:

  • Template (misal template manajemen keuangan)
  • Resep
  • Ringkasan buku
  • Whitepaper (hasil kajian/riset)
  • Skema (mind map, panduan visual)
  • Kumpulan contoh (copywriting, SOP, dll)

Ebook

Ebook yang laku biasanya yang bersifat “how to” atau panduan praktis. Salah satu ebook terlaris saya adalah Copywriting Canvas. Ebook ini ringkas dan to the point, fokus bahasannya adalah bagaimana membuat copywriting untuk sales page (ebooknya bisa didapatkan di Google Play yak)

Webinar

Webinar, baik live via Zoom misalnya, atau rekamannya juga cukup diminati. Selama bahasannya spesifik memecahkan masalah tertentu, orang akan bersedia mengeluarkan uang untuk mengikutinya.

Kelas Online

Sebenarnya ini bentuk lain dari webinar. Bedanya hanya pada durasi dan kedalaman bahasan. Kelas online biasanya memiliki durasi lebih panjang dan pembahasan yang lebih mendalam.

Ecourse

Ecourse ini bentuk lain dari kelas online. Keunikannya ada pada bit-sized learning. Dimana pembelajaran dilakukan melalui video-video pendek (5-7 menit).

Video Tutorial

Video tutorial juga cukup diminati selama bahasannya unik (tidak mudah ditemukan di Youtube). Kemarin, saya sempat lihat ada seorang chef yang menjual video tutorial memasak bumbu nasi goreng kampung (+ resepnya) seharga Rp.100.000,- dan sepertinya cukup laris juga.

Ke-7 jenis produk ini hanyalah ide awal. Apa yang saya bahas di sini tujuannya adalah memantik ide teman-teman. Kemungkinannya bisa jauh lebih beragam.

Apakah akan ada yang beli? Insyaallah selama layanan konsultasi dan produk digital kita bisa memecahkan masalah orang lain maka akan ada yang beli.

Kuncinya adalah bagaimana kita bisa mengomunikasikan nilai dari jasa dan produk kita. Istilah kerennya kita perlu membuat offer atau penawaran. Kita perlu menggambarkan  bagaimana jasa dan produk kita:

  • memecahkan masalah spesifik orang lain;
  • membantu pencapaian tujuan orang lain;
  • membuat orang yang membelinya merasa lebih baik.

Sebagai contoh, saya punya produk kelas instan To-Do List Mastery (lihat di https://utas.to/tdlm), kelas ini membantu memecahkan masalah orang yang:

  • Kewalahan dengan banyaknya tugas
  • Sering bikin to-do list, tapi banyak yang nggak ke-ceklis
  • Stress lihat to-do list yang panjang
  • Nggak mau pake to-do list, ngerasa percuma
  • Banyak lupa, deadline kelewat

Apakah ada yang beli? Alhamdulillah ada. Lebih dari 200 orang malah kalau dihitung-hitung.

Jadi, asal penawaran kita menarik dan bisa menggambarkan masalah yang kita pecahkan insyaallah akan ada yang beli.

Sekarang, mari kita lihat beberapa contoh.

Katakanlah Anda punya resep nasi goreng enak warisan keluarga. Resep ini bener-bener proven dan anti gagal. Anda bisa menghasilkan nasi goreng dengan rasa yang konsisten. Ini apa yang Anda punya. Sementara itu di luaran sana ada orang yang mungkin selalu gagal ketika masak nasi goreng, atau ada orang yang ingin jualan nasi goreng tapi rasanya nggak konsisten – selalu berubah-ubah. Nah, Anda bisa jual resep dan video tutorial untuk mereka.

Contoh lain, misalnya Anda berhasil lolos seleksi CPNS. Di luar sana ada jutaan orang yang ingin jadi PNS. Mereka butuh cerita pengalaman Anda. Maka, Anda bisa jual cerita pengalaman Anda dalam bentuk video atau ebook.

Teman Anda berhasil mendapatkan uang $1 setiap hari dari internet. Di luar sana, banyak orang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dalam bentuk dollar. Anda bisa kolaborasi dengan teman Anda dan membuat panduan bagi orang yang ingin mendapatkan penghasilan dollar dari internet..

Nah, kalau sudah ada produk dan penawarannya maka kita perlu cari tempat untuk menyimpan produk digital, layanan konsultasi, dan memfasilitasi transaksi. Rekomendasi saya adalah UTAS. Platform ini sangat user friendly bagi pemula maupun bagi pembeli. Detailnya, silakan teman-teman kunjungi website utas di sini

Produk sudah, penawaran sudah, platform jualan juga sudah. Maka, PR terakhir adalah bagaimana menciptakan traffic(kunjungan). Kita perlu berpikir bagaimana agar orang-orang datang ke halaman UTAS kita sehingga bisa melihat penawaran yang kita berikan.

Tertarik untuk belajar membuat kelas online dari nol menggunakan UTAS? Kunjungi: utas.to/bikinkelas lalu gunakan kupon EARLY5 untuk mendapatkan diskon tambahan sebesar 15%

Darmawan Aji Productivity Coach. Penulis 7 buku laris: Kitab Anti Penundaan, Self-Coaching, Mindful Life, Productivity Hack, Life by Design, Hypnoselling, dan Hypnowriting. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *