fbpx

3 Langkah Mengubah Kebiasaan Buruk

2 min read

3 langkah mengubah kebiasaan buruk

We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act, but a habit,

-Will Durant-

Kita semua setuju dengan quotes dari Will Durrant di atas, jika kebiasaan baik merupakan pondasi dari hidup yang penuh makna.

Bahkan para peneliti di Duke University menemukan jika 40% tingkah laku kita dipengaruhi oleh kebiasaan kita.

Sayangnya, kebiasaan yang baik itu susah untuk dibentuk.

Hal yang alamiah sebetulnya. Karena Ketika otak kita menyerap begitu banyak informasi setiap hari, secara alami juga otak kita mencari tingkah laku yang kita lakukan berulang kali.

Tak masalah jika perilaku berulang itu merupakan hal yang baik. Tapi bagaimana jika hal tersebut merupakan kebiasaan yang buruk (contoh, begadang dengan dalih melepas lelah), sehingga merugikan kita?

Cara untuk menghilangkan kebiasaan buruk

Saat BJ Fogg meneliti bagaimana kebiasaan membentuk tingkah laku kita, ia menemukan ada 3 hal yang saling terkait dan mempengaruhi terbentuknya kebiasaan tersebut; yaitu

  • Reminder; sesuatu yang membuat kebiasaan tersebut muncul
  • Routine; kebiasaan yang kita lakukan
  • Reward; apa yang kita peroleh (biasanya hal yang membuat kita bahagia), dari melakukan kebiasaan di atas.

Gambaran mudahnya seperti ini,

  • Reminder: kita merasa telah bekerja keras seharian, dan ingin membuat jeda pikiran dari pekerjaan
  • Routine: menonton serial komedi, binge watching drama yang trending
  • Reward: kita merasa rileks, dan atau puas karena rasa penasaran terhadap cerita drama terpuaskan

Jika hal ini memberi rasa positif pada diri kita, maka otak kita akan merekam hal tersebut. Sehingga setiap kali merasa seharian sudah bekerja keras, maka otak kita akan memerintahkan tindakan yang sama.

Nah, cara kerja otak di atas juga bisa kita gunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk yang sudah lama melekat dalam diri kita.

Berikut 3 langkah menghilangkan kebiasaan buruk yang dapat teman-teman coba

#1. Ketahui, apa yang menjadi trigger dari kebiasaan teman-teman

Biasanya, “reminder” dari habit kita terkait dengan hal-hal berikut ini

  1. Lokasi
  2. Waktu
  3. Kondisi emosi
  4. Orang lain
  5. Peristiwa yang mendahului hal-hal diatas

Penulis buku “The Power of Habit” Charles Duhigg bercerita bagaimana ia mencari tahu apa yang menjadi penyebab kebiasaannya ngemil kue di sore hari.

Dia menarik kesimpulan, faktor pemicunya bisa beragam, tapi ada satu hal yang tetap, yaitu “waktu” muncul keinginan untuk ngemil seringkali sama.

Nah, kita juga bisa mengikuti cara Charles Dunhigg ini untuk mengetahui, apa yang menjadi pemicu dari kebiasaan kita.

Artikel terkait: Inspirasi membangun kebiasaan dari Hadist Nabi

#2. Ketahui, apa yang membuat teman-teman merasa puas

Tanpa melakukan pengamatan mendalam, teman-teman tentu tahu, perasaan seperti apa yang teman-teman peroleh dari kebiasaan yang teman-teman lakukan selama ini.

Maraton Netflix, bolak-balik cek handphone, makan fast food, semua sudah jelas “reward-nya”, perasaan bahagia, rasa penasaran yang terpuaskan, merasa tidak kudet, dan lain sebagainya.

Karena itulah, akan sangat sulit memutus kebiasaan buruk begitu saja.

Alih-alih langsung memutus kebiasaan, cobalah untuk mengganti “reward” yang teman-teman rasakan.

Pada kisah Duhigg, ia mengamati jika perasaan puasnya terpicu karena, manisnya kue yang ia makan, rasa kenyang, dan kepuasaan karena kebutuhan bersosialisasinya terpenuhi.

Karena itu ia mencoba bereksperimen dengan mengganti kue dengan apel atau donat, pergi keluar rumah untuk sekedar berjalan-jalan atau ngobrol dengan teman-temannya.

Setelah itu, ia kembali ke mejanya, mengatur alarm selama 15 menit, dan menunggu, jika ia masih ingin makan kue setelah ia makan donat, maka bukanlah rasa manis yang pikirannya inginkan.

Bagaimana dengan teman-teman, perasaan atau pikiran apa yang membuat teman-teman memilih maraton nonton drama sebelum tidur?

#3. Ganti kebiasaan tersebut dengan kegiatan baru yang lebih bermanfaat

Jika pemicu dan reward-nya sudah kita ketahui, maka saatnya mengganti kebiasaan buruk tersebut.

Pada kebiasaan Duhigg, ia melihat jika dia sering merasa lapar antara jam 3-4 sore. Dan ia juga merasa punya keinginan bersosialisasi dengan orang lain pada jam-jam tersebut; yang akhirnya ia wujudkan dengan “pergi keluar rumah untuk membeli dan makan kue.”

Sebagai gantinya, ia memasang alarm pada jam 15.30 untuk berjalan-jalan keluar rumah atau sekedar ngobrol dengan temannya.

Misalkan teman-teman tidak bisa lepas dari menonton, dengan alasan ingin memberi reward pada diri sendiri setelah seharian bekerja keras; cobalah ganti kebiasaan tersebut dengan membaca novel, meditasi, atau sekedar main dengan hewan piaraan.

Hidup kita dibangun atas kebiasaan yang kita buat. Jadi, adalah tugas kita untuk memiliki kebiasaan sebaik mungkin.

Lakukan 3 langkah diatas dengan perlahan. Beri waktu untuk diri teman-teman agar mampu berubah dari kebiasaan buruk saat ini.

Selamat mencoba, semoga tips diatas bermanfaat untuk mengubah hidup teman-teman menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *