fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

21 Hari Mengubah Kebiasaan. Benarkah?

1 min read

mengubah kebiasaan dalam 21 hari

Berapa hari yang diperlukan untuk mengubah sebuah perilaku/kebiasaan?

Pertanyaan ini menarik untuk ditanyakan, karena hampir setiap orang punya keinginan untuk mengubah salah satu atau beberapa kebiasaannya.

Jika tidak untuk dirinya, bisa juga untuk keluarga terdekatnya (anak, misalnya). Entah mengurangi untuk mengurangi kebiasaan buruk atau bahkan menghilangkannya. Misalnya mengurangi jumlah jam untuk bersosial media, mengurangi kebiasaan menggunjing, atau menghilangkan kebiasaan merokok. Juga untuk memperkuat kebiasaan baik atau menambah satu kebiasaan baik yang baru. Misalnya menggosok gigi sebelum tidur, menulis satu artikel setiap hari, atau membiasakan membaca Al Qur’an setelah shalat wajib.

Keyakinan yang populer mengatakan, bahwa kita membutuhkan waktu 21 hari untuk mengubah kebiasaan.

Mengubah kebiasaan maksudnya mengubah sebuah perilaku menjadi otomatis, tidak perlu dipikirkan lagi saat melakukannya.

Keyakinan ini sepertinya populer setelah Dr. Maxwell Maltz menyebutkannya di buku Psychocybernetics pada tahun 60-an. Namun, benarkah kita hanya membutuhkan waktu 21 hari untuk mengubah sebuah kebiasaan? Mari kita lihat.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2009[1] menyebutkan, kita memerlukan waktu 18-254 hari untuk mengubah sebuah kebiasaan. Namun secara rata-rata kita memerlukan waktu 66 hari untuk mengubah kebiasaan.

Tentu saja mengubah kebiasaan yang kompleks berbeda dengan mengubah kebiasaan yang sederhana. Frekuensi kebiasaannya pun bisa jadi berpengaruh, apakah harian atau mingguan atau bulanan. Studi tersebut tidak mengupasnya secara lebih mendetail. Jadi, kita buat patokan saja bahwa diperlukan waktu 66 hari untuk mengubah kebiasaan.

Artinya, bila kita telah memulai sebuah perilaku baik selama 30 hari kemarin (di bulan Ramadhan) jangan berhenti sekarang. Lanjutkan perilaku tersebut sampai minimal sebulan ke depan sehingga genap 66 hari Anda melakukannya. Bila Anda ingin bulatkan jadi 90 hari (3 bulan) pun akan lebih baik. Ini memastikan Anda menjadikan kebiasaan tersebut menjadi otomatis. Anda tidak perlu mengandalkan willpower (kemauan; kehendak; motivasi) Anda untuk melakukan perilaku tersebut.

Lalu, bagaimana agar konsisten kita melakukannya dalam 66 hari?

Cara yang paling sederhana adalah kita membuat sebuah rantai kebiasaan. Caranya sederhana buat kotak sejumlah 66 hari. Lalu, setiap kali kita berhasil melakukan kebiasaan tersebut, beri tanda ceklis atau silang. Target Anda adalah menyilang seluruh kotak tersebut tanpa terputus selama 66 hari.

Bila Anda ingin menambahkan efek motivasi, buat kotaknya di kertas ukuran besar (A3 misalnya) lalu tempelkan di dinding kamar Anda.

Metode ini saya tiru dari metodenya Jerry Seinfeld, dan cukup efektif. Bila Anda lebih menyukai aplikasi Android, Anda bisa gunakan aplikasi Habit Tracker. Salah satu aplikasi Habit Tracker yang paling saya rekomendasikan adalah HabitBull.

Namun berdasarkan pengalaman pribadi, sepertinya mencoretkan spidol besar di kertas jauh lebih memotivasi dan memuaskan dibandingkan sekadar mengklik icon di layar handphone, he he he.

Apapaun metode yang Anda pilih, silakan tetapkan kebiasaan Anda, lalu mulailah berkomitmen menjalankannya minimal dalam 66 hari ke depan. Saya tunggu kabar baik dari Anda!

PS. Sudah join channel telegram saya di t.me/ajipedia kah? Saya membedah satu buku bisnis setiap hari kamis di sana.

[1] http://repositorio.ispa.pt/bitstream/10400.12/3364/1/IJSP_998-1009.pdf

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.